Musda V Demokrat Sulbar Jadi Arena Konsolidasi, Barisan Diperkuat Tokoh-Tokoh Berdatangan

waktu baca 2 menit
Ketua DPD Demokrat Sulbar, Suhardi Duka memperkenalkan sejujmlah tokoh yang kini masuk dalam barisan Demokrat.

MamujuMusyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sulawesi Barat bukan sekadar agenda pengganti pengurus, melainkan momentum konsolidasi politik yang memperlihatkan menguatnya daya tarik partai di tingkat daerah.

Upaya ini menguat setelah sejumlah tokoh daerah berlabuh ke partai Demokrat. Mereka merupakan figur dari berbagai latar belakang dan profesi. Ada mantan birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh pemuda. Kehadiran mereka merupakan manifestasi meluasnya pengaruh partai berlambang mercy itu di Sulbar.

Nama-nama seperti Andi Bebas Manggazali, Hamsah Sunuba, Nurdin Pasokkori, Abdul Waris Bestari, Fajar Bora, Muhammad Dahlan Farhat, Zadrak To’tuan, Muhammad Yusri, dan Aco Takdir menjadi bagian dari gelombang baru tersebut.

Mengusung tema “Demokrat Kuat, Sulbar Pabeta”, Musda V menjadi ruang penguatan struktur sekaligus konsolidasi kekuatan politik menghadapi dinamika nasional dan daerah.

Tema tersebut merupakan turunan dari agenda besar Demokrat secara nasional, yakni “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”.

Musda kali ini berlangsung di d’Maleo Hotel Mamuju pada Sabtu (23/5). Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron bersama jajaran elite bahkan hadir secara langsung.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron.

Eksistensi para petinggi pusat mempertegas perhatian Demokrat terhadap peta politik Sulbar. Dinamika organisasi di daerah ini dinilai strategis dalam penguatan basis elektoral partai.

Masuknya sejumlah tokoh itu memperlihatkan Demokrat mulai dipandang sebagai rumah politik yang stabil dan terbuka. Di tengah tingginya fragmentasi partai politik nasional, citra sebagai partai yang minim konflik internal menjadi nilai tawar tersendiri.

Herman Khaeron menilai antusiasme tokoh daerah bergabung dengan Demokrat menunjukkan keberadaan partai masih mendapat tempat di tengah masyarakat.

“Saya senang sekali. Artinya selama ini Demokrat betul-betul memberikan dampak positif terhadap rakyat dan masyarakat di Sulawesi Barat. Ciri sebuah partai digandrungi dan dirasakan kehadirannya adalah ketika banyak tokoh ingin turut serta di Partai Demokrat,” kata Herman Khaeron.

Ketua DPD Demokrat Sulbar, Suhardi Duka menyebut soliditas internal partai menjadi faktor penting yang menarik simpati banyak tokoh. Menurutnya, Demokrat menjaga kultur politik yang cair, terbuka, dan jauh dari konflik berkepanjangan.

“Yang pertama karena kedekatan saya dengan mereka. Yang kedua, mereka melihat Partai Demokrat ini low profile, terbuka, dan friendly. Kami tidak punya konflik-konflik. Dalam 15 tahun terakhir tidak ada konflik di Demokrat, dan itu yang mereka suka,” ucap Suhardi Duka.

Pernyataan itu memperlihatkan strategi Demokrat membangun kekuatan politik tidak semata bertumpu pada figur, tetapi juga pada stabilitas organisasi. Dalam konteks politik daerah, kondisi internal partai yang solid menjadi modal penting untuk memperluas jaringan dan menjaga loyalitas kader.