Momentum Lebaran, Kapolda Sulbar Tekankan Soliditas dan Kinerja Personel

waktu baca 2 menit

Mamuju – Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menegaskan pentingnya soliditas internal usai perayaan Idulfitri.

Momentum saling memaafkan dimanfaatkan sebagai penguat sinergi sekaligus pijakan meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan wilayah.

Penegasan itu muncul saat seluruh jajaran Polda Sulbar menggelar tradisi saling bersalaman usai apel pagi di Markas Polda Sulbar, Senin (23/3/2026). Kegiatan tersebut melibatkan pejabat utama dan seluruh personel sebagai bagian dari tradisi pasca-Lebaran.

Kapolda menyebut tradisi ini bukan sekadar seremonial. Ia menilai momen tersebut menjadi ruang refleksi untuk membersihkan kesalahan selama menjalankan tugas, baik yang disengaja maupun tidak.

“Alhamdulillah, hari ini kita semua saling memaafkan dan menerima maaf. Semoga segala kesalahan yang telah lalu dapat diampuni oleh Allah Subuhanahu Wata’ala,” tutur Kapolda Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta di sela-sela kegiatan.

Selain mempererat hubungan antarpersonel, Kapolda juga mengaitkan tradisi tersebut dengan rasa syukur setelah menjalani Ramadan. Ia menilai keberhasilan menjalankan ibadah selama sebulan penuh harus tercermin dalam etos kerja ke depan.

“Kita bersyukur telah dapat menjalankan ibadah puasa, sholat dan berbagai amal kebajikan lainnya selama Ramadan. Mudah-mudahan semua ibadah kita diterima di sisi Allah Subuhanahu Wata’ala”.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Idul Fitri menjadi titik awal memperkuat kerja kolektif di lingkungan kepolisian. Soliditas, menurutnya, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

“Lewat momen ini, kita harapkan soliditas dan kerja sama antar personel semakin kuat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara yang profesional, yang selalu siap melayani dan menjaga keamanan masyarakat Sulawesi Barat,” tegasnya.

Dengan semangat baru pasca-Lebaran, jajaran Polda Sulbar berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas. Peningkatan pelayanan publik juga menjadi fokus, seiring tuntutan masyarakat terhadap kinerja kepolisian yang semakin tinggi.

error: Content is protected !!