Bangun Disiplin dari Bangku Sekolah, Polisi Kedepankan Edukasi Lalu Lintas
Mamuju – Pendekatan persuasif dan edukatif menjadi kunci strategi Ditlantas Polda Sulawesi Barat dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar. Pola ini dinilai lebih efektif karena menanamkan kesadaran, bukan sekadar penegakan aturan.
Petugas aktif menyasar lingkungan sekolah untuk memberikan pemahaman langsung tentang keselamatan berkendara. Edukasi dilakukan saat jam sibuk, ketika interaksi dengan pelajar berlangsung intens. Materi yang disampaikan mencakup kepatuhan rambu, etika di jalan, hingga risiko kecelakaan.
Langkah ini bertujuan membentuk pola pikir sejak dini bahwa keselamatan merupakan kebutuhan, bukan kewajiban semata. Dengan pendekatan yang humanis, pelajar diharapkan mampu memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran lalu lintas.
Ps. Kasat PJR Adriyan Fredrick Kopong menegaskan pentingnya strategi tersebut dalam membangun karakter generasi muda sebagai pengguna jalan.
“Kami terus melakukan pendekatan persuasif dan edukatif kepada para pelajar. Tujuannya agar budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak dini, sehingga kelak mereka menjadi pengguna jalan yang disiplin dan bertanggung jawab,” tutur Adriyan.
Ditlantas Polda Sulbar memandang pendidikan lalu lintas tidak cukup mengandalkan penindakan. Kesadaran harus tumbuh melalui pembiasaan dan pemahaman yang berkelanjutan. Dengan fondasi ini, pelajar diharapkan berkembang menjadi pengguna jalan yang patuh aturan dan mampu menjaga keselamatan diri maupun orang lain.






