Tekan Rujukan Pasien ke Luar Daerah, RSUD Sulbar Perkuat Layanan Orthopedi dan Patologi Anatomi

waktu baca 2 menit

Mamuju — RSUD Provinsi Sulawesi Barat mempercepat penguatan layanan spesialistik dengan membuka layanan Orthopedi dan Patologi Anatomi.

Langkah itu ditempuh melalui proses kredensialing pada Selasa (19/5). Upaya ini sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan kesehatan di Sulbar.

Pengembangan layanan tersebut sekaligus menjadi upaya RSUD Sulbar menekan angka rujukan pasien ke luar daerah. Selama ini, keterbatasan layanan spesialis masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Tim kredensialing meninjau langsung kesiapan ruang Orthopedi dan Patologi Anatomi. Pemeriksaan meliputi sarana, prasarana, alur pelayanan, hingga kesiapan penunjang medis dan laboratorium guna memastikan layanan berjalan optimal saat mulai beroperasi.

Kegiatan itu melibatkan BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, tenaga medis, analis kesehatan, serta jajaran manajemen RSUD Sulbar. Setelah peninjauan lapangan, seluruh pihak melanjutkan pembahasan teknis di Ruang Rapat Bidang Penunjang.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mamuju, St. Umrah Nurdin, menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlembaga dalam pengembangan layanan kesehatan.

“Kegiatan kemitraan harus dibarengi dengan duduk bersama, komunikasi, dan koordinasi yang baik, karena tanpa hal tersebut seluruh proses tidak akan berjalan optimal,” tegas Umrah.

“Baik rumah sakit, BPJS Kesehatan maupun Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat tentu menginginkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. BPJS sebagai badan penyelenggara program JKN melihat bahwa sebagian besar peserta merupakan indikator pemerintah daerah, sehingga pelayanan tanpa iur biaya menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.

Catatan Pembenahan Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Sulbar juga memberi sejumlah catatan terhadap kesiapan layanan. Katimker Keslan Dinas Kesehatan Sulbar, Faisal, meminta rumah sakit segera membenahi sejumlah aspek fundamental. Mulai dari pengaturan ruangan, memperjelas alur pelayanan, hingga menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang terukur.

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat dr. Musadri Amir Abdullah menegaskan, penambahan layanan spesialistik menjadi bentuk komitmen rumah sakit dalam memperluas akses kesehatan masyarakat Sulbar.

“Kami terus berupaya melakukan pembenahan dan penguatan layanan, baik dari sisi SDM, sarana prasarana maupun tata kelola pelayanan. Melalui penambahan layanan Orthopedi dan Patologi Anatomi ini, kami berharap masyarakat Sulawesi Barat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ungkapnya.

RSUD Sulbar berharap proses kredensialing segera rampung sehingga layanan Orthopedi dan Patologi Anatomi dapat beroperasi dalam waktu dekat dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.