BPOM Mamuju Perkuat Pencegahan Penyalahgunaan Obat di Kalangan Pelajar
Mamuju – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju memperkuat pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) di kalangan pelajar.
Langkah itu berlangsung melalui Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT atau Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) TOP GO di Aula SMKN 1 Rangas, Kabupaten Mamuju, Selasa (12/5).
Sekitar 150 siswa mengikuti kegiatan tersebut. BPOM Mamuju menilai pelajar menjadi kelompok yang rentan terpapar penyalahgunaan obat jika tidak mendapat edukasi sejak dini.
Dalam sosialisasi itu, peserta menerima pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan OOT yang dapat memicu gangguan kesehatan fisik dan mental. Penyalahgunaan obat juga berisiko merusak masa depan generasi muda.

Kepala Balai POM di Mamuju, Burham Sidobejo, mengungkapkan tiga jenis obat yang paling banyak disalahgunakan di Sulawesi Barat, yakni Triheksifenidil atau “Boje”, Tramadol atau “Dodol”, serta Dextromethorphan yang terkandung dalam Komix maupun obat batuk lainnya.
Menurut Burham, penyalahgunaan obat tertentu menjadi ancaman serius karena mudah beredar dan kerap disalahgunakan oleh remaja.
“Penyalahgunaan OOT bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda,” kata Burham Sidobejo di sela-sela kegiatan.
Ia juga mengingatkan pelajar agar berani menolak penyalahgunaan obat serta ikut menyebarkan edukasi penggunaan obat yang aman di lingkungan sekitar.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk lebih bijak, berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan obat, serta menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi tentang penggunaan obat yang aman,” ucapnya.
Selain obat, BPOM Mamuju turut mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip CEK KLIK sebelum membeli atau menggunakan obat maupun makanan. Prinsip itu meliputi pemeriksaan Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa produk.
Tak hanya itu, para siswa juga mendapat pengenalan penggunaan aplikasi BPOM Mobile untuk memeriksa legalitas dan keamanan produk secara mandiri.
Kepala SMKN 1 Rangas, Mahmud, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut. Ia berharap para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius agar memahami bahaya penyalahgunaan obat serta pentingnya menjaga kesehatan dan masa depan.




