Gempa M6,7 Guncang Palu, BPBD Sulbar Minta Warga Waspada dan Jangan Terpengaruh Hoaks
Mamuju – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Selasa (16/6).
Melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), BPBD Sulbar meminta masyarakat tidak terpancing kepanikan dan tetap mengacu pada informasi resmi dari lembaga berwenang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya disinformasi yang kerap menyertai situasi pascabencana.
Selain menjaga ketenangan, warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas. Pemeriksaan awal menjadi langkah krusial untuk memastikan keamanan rumah maupun gedung yang sempat terdampak guncangan.
Bangunan yang mengalami retak, kerusakan struktural, atau menunjukkan tanda-tanda membahayakan keselamatan sebaiknya tidak digunakan sampai ada kepastian bahwa kondisi bangunan aman.
BPBD Sulbar juga mengingatkan potensi gempa susulan yang dapat terjadi setelah gempa utama. Dalam manajemen kebencanaan, fase pascagempa menjadi periode yang membutuhkan kewaspadaan tinggi karena aktivitas seismik masih mungkin berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pentingnya disiplin informasi di tengah situasi kebencanaan. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, informasi resmi terkait aktivitas kegempaan dan langkah penanganan darurat hanya bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD, serta pemerintah daerah yang berwenang.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, saling membantu, dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Ikuti arahan petugas dan pantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah,” ungkapnya.
BPBD menilai kesiapsiagaan masyarakat merupakan faktor penting dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat bencana. Kesadaran terhadap prosedur keselamatan, jalur evakuasi, serta akses informasi resmi dapat mempercepat respons ketika situasi darurat terjadi.
Sebagai bagian dari layanan kebencanaan, BPBD Sulbar membuka akses pelaporan dan informasi melalui Call Center Pusdalops yang dapat dihubungi melalui WhatsApp pada nomor 0822-2050-0117.
Muhammad Yasir Fattah juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa gempa sebagai momentum untuk memperkuat budaya sadar bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan saat terjadi gempa, tetapi harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat yang hidup di wilayah rawan bencana.
Dengan tetap tenang, waspada, dan mengandalkan informasi resmi, masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko yang mungkin muncul akibat gempa maupun potensi bencana susulan.




