As’adiyah Mamuju Diproyeksikan Jadi Pesantren Percontohan Sulbar

waktu baca 2 menit

Mamuju — Kementerian Agama menyiapkan Pondok Pesantren Raudhatutthalibin As’adiyah Mamuju, Desa Tadui, Kabupaten Mamuju, sebagai salah satu pesantren percontohan di Sulawesi Barat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rencana itu saat mengunjungi pesantren tersebut, Senin, 21 September 2026. Ia datang bersama Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan sejumlah pejabat Kementerian Agama.

Kunjungan itu sekaligus menandai dimulainya pembangunan lanjutan asrama pesantren. Nasaruddin bersama Dirjen Pesantren Kemenag Basnang Said dan Bupati Mamuju Sutinah Suhardi melakukan peletakan batu pertama pembangunan tersebut.

“Ini adalah peletakan batu pertama pembangunan lanjutan daripada Pondok Pesantren Raudhatutthalibin As’adiyah Mamuju. Insyaallah ini kami akan jadikan sebagai salah satu pondok pesantren percontohan di Sulawesi Barat,” ujar Nasaruddin.

Perhatian Kemenag terhadap As’adiyah Mamuju juga memiliki kaitan personal dengan Basnang Said. Sebelum menjabat Dirjen Pesantren, Basnang pernah mengabdi sebagai kepala madrasah di Sulawesi Barat.

“Ini pulang kampung dirjennya ini. Jadi harus bertanggung jawab untuk membesarkan pondok ini ke depan,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin mengatakan dirinya, Sekretaris Jenderal Kemenag, dan Basnang Said sama-sama memiliki latar belakang pendidikan As’adiyah. Karena itu, ia berharap pesantren tersebut tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki peran lebih besar bagi masyarakat Sulbar.

“Jadi insyaallah kita berharap pondok pesantren ini nanti akan menjadi sang pencerah di masyarakat Sulawesi Barat,” ujarnya.

Kemenag turut memberikan bantuan awal Rp100 juta untuk mendukung pengembangan Pondok Pesantren Raudhatutthalibin As’adiyah Mamuju.

“Bantuannya pasti. Karena kami sudah tadi dibawakan bantuan awal Rp100 juta tadi ini dibawakan oleh Pak Dirjen,” kata Nasaruddin.

Menurut dia, bantuan tersebut bukan dukungan terakhir. Kemenag masih membuka peluang pengembangan bantuan untuk pesantren tersebut.

“Tapi insyaallah selanjutnya, ya itu awal. Insyaallah nanti kita akan kembangkan,” ujarnya.

Nasaruddin juga mengaitkan pengembangan pesantren dengan masa depan Sulbar. Ia melihat daerah tersebut memiliki potensi besar pada sektor pertambangan dan pertanian.

“Kami membayangkan Sulawesi Barat ini nanti akan melejit, kalau itu sudah luas wilayahnya seperti ini tambangnya sudah dikelola, kemudian juga sektor pertaniannya yang sangat luas,” tuturnya.

Ia turut mengapresiasi Gubernur Suhardi Duka yang dinilainya proaktif mendukung pengembangan daerah.

Bagi Kemenag, pengembangan As’adiyah Mamuju kini tidak berhenti pada pembangunan fisik asrama. Pesantren tersebut diproyeksikan menjadi salah satu rujukan pengembangan pendidikan pesantren di Sulbar.

Usai peletakan batu pertama, Nasaruddin bersama Gubernur Suhardi Duka dan rombongan menuju Kantor Gubernur Sulbar untuk menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

error: Konten Ini Dilindungi !!!
Putar suara