Oknum Polisi di Mateng Tetap Diproses Hukum meski Bersedia Nikahi Kekasihnya yang Hamil
Mateng – Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Hengky K. Abadi menggelar konferensi pers menyangkut personelnya yang diduga memaksa kekasihnya aborsi serta melakukan tindakan kekerasan, siang tadi.
AKBP Hengky menjelaskan, bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah tegas dengan melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Saat ini, terduga pelanggar, yakni Briptu NI, telah diperiksa bersama dengan sejumlah saksi terkait.
Namun, terdapat kendala dalam penyelidikan, yaitu keberadaan korban, perempuan berinisial AR, yang saat itu berada di Makassar, bukan di Kabupaten Mamuju Tengah. Selain itu, akses transportasi antara Makassar dan Mamuju Tengah terhambat akibat banjir di beberapa titik.
Sebagai dari upaya penyelidikan, Polres Mamuju Tengah juga telah memfasilitasi pemeriksaan medis terhadap AR di RSUD Mamuju Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter kandungan, Dr. Muhammad Ismi, Sp.OG, diketahui bahwa AR saat ini sedang mengandung dan kondisi janin dalam keadaan sehat.
“Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, diperoleh fakta bahwa Briptu NI dan AR memang memiliki hubungan pacaran sejak tahun 2023 hingga saat ini. Keduanya sempat membicarakan kemungkinan aborsi, tetapi tidak pernah dilakukan,” ujar AKBP Hengky.
Selain itu, kata dia, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari kedua belah pihak, memang sering terjadi pertengkaran antara mereka. Namun, tidak dalam hal paksaan untuk melakukan aborsi.
Menurut AKBP Hengky, Briptu NI telah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab dan menikahi AR. Meski demikian, yang bersangkutan tetap akan menjalani proses hukum sesuai dengan kode etik profesi Polri berdasarkan Perpol Nomor 7 tahun 2022.
“Dengan ancaman hukuman paling berat berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegasnya.
Selain itu, perempuan berinisial AR juga telah membuat klarifikasi di akun media sosialnya, menjelaskan bahwa tidak ada unsur kekerasan maupun pemaksaan aborsi dalam hubungan mereka.
AKBP Hengky pun menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melaporkan kepada Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Mamuju Tengah jika menemukan adanya oknum kepolisian yang melakukan tindakan yang meresahkan.
Selain itu, ia pun meminta atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa Polres Mamuju Tengah akan terus berkomitmen untuk menegakkan disiplin dan menjaga profesionalisme anggotanya.





