Wakil Ketua DPRD Sulbar Jadi Pemateri Internet Komunitas Informasi Masyarakat di Majene

waktu baca 2 menit

Majene – Wakil Ketua DPRD Sulbar, Dr. Sitti Suraidah Suhardi menjadi pemateri dalam kegiatan Sekolah Internet Komunitas Informasi Masyarakat (Senter KIM) Dinas Kominfopers Sulbar di Kabupaten Majene, Kamis, 17 April 2025.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai komunitas, baik itu konten kreator, penyuluh agama, relawan TIK, mahasiswa, PKK Majene, dan perwakilan Dinas Kominfo Majene.

“Ini tempat kedua yang kami kunjungi dalam literasi digital. Tahun lalu kita hanya fokus di Mamuju saja. Namun, tahun ini kita menyasar semua kabupaten di Sulbar,” ucap Suraidah.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut penting bagi masyarakat maupun pemerintah karena pembangunan infrastruktur Sumber Daya Manusia (SDM) perlu menjadi perhatian.

“Alhamdulillah saya lihat pesertanya beragam ada dari mahasiswa hingga konten kreator. Kami harap, konten kreator ini menjadi juru bicara pemerintah bahwa di mana kita semua berupaya untuk selalu di tengah-tengah masyarakat. Jadi mereka bisa menjadi mitra strategis pemerintah,” terangnya.

Apalagi, kata Suraidah, konten kreator tersebut bisa memberikan informasi yang baik untuk masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah.

“Saya harap kegiatan ini bisa bertahan, program ini menjadi unggulan di Kominfo Sulbar agar lebih banyak lagi komunitas kita jangkau,” harap Suraidah.

Kepala Dinas Kominfo Sulbar, Mustari Mula menyampaikan Senter KIM kali ini merupakan angkatan ketiga, dimana pesertanya lebih dinamis karena dihadiri perwakilan para komunitas di Majene.

“Jadi peserta ini bukan hanya kelompok informasi masyarakat, tetapi juga ada komutias UMKM, konten kreator, pemuda dan serta komunitas pemberdayaan perempuan,” ucap Mustari.

Selain itu, dia berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan literasi digital kepada masyarakat, terutama empat pilar generasi digital.

“Mereka menjadi garda terdepan dalam memberikan literasi kepada masyarakat. Terutama empat pilar diantaranya bagaimana masyarakat cakap dalam literasi digital, bagaimana masyarakat aman dalam digital, bagaimana masyarakat berbudaya dalam berdigital, dan bagaimana beretika dalam menggunakan digital,” tandasnya.(ADV)

error: Content is protected !!