Sepak Terjangnya Jadi Magnet Dukungan, Enam Pengurus Kabupaten Kompak Usung Zaneth Jadi Ketua Kadin Sulbar
Sulbar – Peta kekuatan menuju kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Barat kian mengerucut jelang Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-V pada 17 Mei mendatang.
Seluruh Ketua Kadin kabupaten di enam daerah kompak dalam satu barisan. Mereka sepakat mendorong Zaneth Raodathul Djannah memimpin Kadin Sulbar periode 2026-2031.
Dukungan itu tidak berhenti pada pernyataan politik organisasi. Seluruh dewan pengurus Kadin kabupaten juga menyerahkan surat rekomendasi resmi. Dokumen tersebut ditandatangani masing-masing ketua dan dibubuhi stempel organisasi.
Tak hanya itu, mereka bahkan serentak mendampingi Zaneth mendaftar secara resmi ke Kantor Kadin Sulbar, Jalan Mongisi, Kelurahan Binangan, Kabupaten Mamuju, sore tadi, Jumat (8/5).

Langkah tersebut memperlihatkan konsolidasi yang nyaris tanpa celah. Di tengah dinamika Musprov, arah dukungan mulai terbaca jelas. Zaneth muncul sebagai figur sentral yang mengunci dukungan lintas daerah.
Di balik dukungan itu, posisi Zaneth bukan sekadar hasil manuver organisasi. Rekam jejaknya di dunia usaha dan organisasi memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat menggantikan H. Muh. Taslim Tammauni.
Zaneth saat ini menjabat Ketua Kadin Mamuju sejak 2025 hingga kini. Ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua Kadin Sulbar dan Wakil Ketua IWAPI Sulbar. Di luar organisasi pengusaha, ia menjabat Komisaris Independen PT Mitra Sulbar Perkasa.
Jejak organisasinya tidak hanya lokal. Zaneth pernah menjadi bagian dari PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) pada 2019 dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. Sebelumnya, ia juga pernah magang di Bank Indonesia pada bidang pengembangan ekonomi.
Fondasi akademiknya turut memperkuat profil tersebut. Zaneth menempuh pendidikan Business Management di IPMI International Business School. Ia juga memiliki pengalaman belajar di Goethe Institute Bandung.
Kemampuan bahasa menjadi nilai tambah. Ia menguasai Bahasa Indonesia secara aktif, serta Bahasa Inggris dan Jerman pada tingkat komunikatif.

Sejumlah pengurus Kadin kabupaten menilai kombinasi pengalaman organisasi, dunia usaha, dan kemampuan internasional itu menjadi alasan kuat di balik dukungan mereka.
Carateker Kadin Pasangkayu, Arly Rajab menegaskan, Zaneth bukanlah kandidat yang dipilih secara serampangan. Akan tetapi, hasil pencermatan secara komprehensif dari berbagai aspek krusial untuk menentukan kelayakannya.
“Beliau ini punya kapasitas dan kapabilitas jauh di atas rata-rata. Visinya pun jauh dan visioner. Itulah kenapa kami para ketua Kadin kabupaten sepakat mendukung beliau untuk maju sebagai calon Ketua Kadin Sulbar,” ujar Arly Rajab mewakili para ketua Kadin kabupaten.
Menurut Arly, Musprov kali ini bukan sekadar memilih ketua. Kadin Sulbar butuh pemimpin yang mampu menyatukan kekuatan pengusaha daerah. Utamanya memajukan organisasi dari perspektif yang berbeda.
“Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kemampuan inilah kami yakin Zaneth mampu membawa Kadin Sulbar lebih maju,” ucapnya.
Di tingkat organisasi, dukungan serentak enam Kadin kabupaten sekaligus memperlihatkan kekompakan arah politik internal. Musprov kali ini tidak lagi sekadar arena kontestasi, tetapi juga uji soliditas antarwilayah.
Momentum ini penting dalam menghadapi tantangan yang tentu tak bisa dianggap remeh. Investasi, penguatan UMKM, dan persaingan ekonomi regional menuntut organisasi bergerak lebih cepat dan adaptif.
Dalam situasi itu, figur yang mampu menggabungkan jejaring bisnis, organisasi, dan pendekatan modern menjadi kunci. Zaneth diposisikan dalam kerangka tersebut.
“Kadin ini adalah mitra strategis pemerintah. Tidak hanya mewadahi pelaku usaha, tetapi juga tempat menyampaikan aspirasi. Kami melihat relationship yang dimiliki saudari Zaneth lebih dari cukup untuk menangani itu,” tegas Arly.
Kapasitas dan Administrasi Jadi Kunci Dukungan untuk Zaneth
Kemampuan Zaneth memang menjadi magnet yang tak terelakan bagi pengurus Kadin dalam melabuhkan pilihan. Namun, kelengkapan administrasi menjadi aspek fundamental yang juga tak memiliki nilai tawar.
Elemen inilah yang menjadi nilai tambah Zaneth di mata Ketua Kadin Mamasa, Yacob Tato. Selain kemampuan, kelengkapan administrasi menjadi salah satu pertimbangan tanpa ruang kompromi.
Menurut Yacob, kepatutan Zaneth untuk memimpin Kadin Sulbar tidak semata-mata bertumpu pada kapasitas personal. Melainkan harus memenuhi syarat normatif yang tertuang dalam AD/ART Kadin Indonesia.
“Dia punya kapasitas dan itu salah satu alasan kami mendukung. Secara figur pun, untuk menjadi Ketua Kadin Sulbar, hanya dia yang memenuhi syarat itu,” beber Yakob.
Cek Syarat Pendaftarannya Di Sini
Zaneth pun merespons dukungan itu dengan narasi konsolidasi dan komitmen kuat memajukan organisasi. Ia menegaskan, Kadin harus menjadi ruang bersama bagi seluruh pelaku usaha tanpa sekat kepentingan.
Bagi Zaneth, Kadin bukan sekadar organisasi, namun rumah pelaku usaha untuk tumbuh dan berkembang dalam kebersamaan. Karena itu, ia ingin membangun organisasi yang solid, profesional, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Sulbar.
“Semangat kita bagaimana ke depan bisa memajukan perekomian daerah. Bagi saya, upaya itu bisa kita capai melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha,” pungkas Zaneth.
Sebelumnya, Ketua Steering Committee (SC), Fachryan Taslim mengumumkan jadwal Musyawarah Provinsi (Muprov) V Kadin Sulbar maju enam hari dari tanggal 23 Mei menjadi 17 Mei 2026.
Perubahan jadwal ikut memengaruhi tahapan pencalonan Ketua Kadin Sulbar. Panitia menetapkan batas akhir pendaftaran pada 10 Mei 2026 pukul 16.00 WITA.


