Gagas Aplikasi Maccanga Sibuk, Inovasi Dispusip Mamuju Bikin ASN Tak Lagi Asal Berkantor
Mamuju – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju tak berhenti berinovasi meski gedung dan fasilitasnya telah tersedia dan serba baru.
Tidak hanya fokus pada peningkatan layanan ke masyarakat, Dispusip juga serius membenahi tata kelola internal, khususnya kinerja para ASN.
Kini, Dispusip tengah menggodok proyek unggulan bertajuk “Mamuju Cerdas, Cakap dan Gemilang dengan Aksara” (Maccanga). Proyek ini merupakan gerakan literasi terintegrasi yang menembus batas ruang baca hingga ke ruang kerja birokrasi.
Salah satu gebrakannya adalah peluncuran aplikasi “Maccanga Sibuk” (Sistem Integrasi Berbasis Literasi untuk Kinerja). Bukan sekadar aplikasi absen atau pelaporan biasa, Maccanga Sibuk menjadi alat ukur kinerja ASN yang berbasis data real time.
Lewat aplikasi ini, setiap ASN wajib mencatat aktivitas harian, kendala yang dihadapi, dan solusi yang ditempuh. Semuanya terekam secara digital dan transparan. Berlaku juga bagi honorer.
“Ini bukan hanya soal laporan, tapi tentang membangun budaya kerja yang reflektif dan bertanggung jawab. Aplikasi ini sudah kami sosialisasikan pekan lalu,” ujar Kepala Dispusip Mamuju, M. Fausan Basir, pagi tadi.
Menariknya, data dari aplikasi ini akan menjadi rujukan langsung dalam penilaian kerja hingga pemberian tunjangan kinerja (tukin). Dengan kata lain, tukin akan dibayar pada siapa yang bekerja nyata.
“Pengaruhnya signifikan. Data dari aplikasi ini akan berpengaruh pada tunjangan kinerja mereka hingga 60 persen,” bebernya.
Setiap pekan, Dispusip pun akan melangsungkan rapat internal. Tidak lain untuk mengevaluasi hasil kerja ASN secara berkala. Utamanya pada aspek kendala dan permasalahan yang tak dapat diselesaikan.
“Setiap Jumat kita akan diskusi untuk membenahi masalah atau meningkatkan SDM di perpustakaan secara internal,” pungkas Fausan.





