Bersih Pantai hingga Kampanye Energi Bersih, PLN Mamuju Perkuat Budaya Peduli Lingkungan Lewat Program Jumat Berdampak

waktu baca 2 menit
Pegawai PLN UP3 Mamuju memungut sampah di Kawasan Pantai Arteri, Mamuju, pagi tadi. Aksi ini merupakan implementasi Program Jumat Berdampak yang menggabungkan kepedulian lingkungan dengan kampanye penggunaan energi bersih di lingkungan kerja PLN.

Mamuju – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diperkuat PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mamuju melalui program Jumat Berdampak.

Tidak hanya mengampanyekan penggunaan energi bersih, perusahaan juga mengajak pegawai terlibat langsung dalam aksi sosial dan lingkungan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada Jumat pekan ini, pegawai PLN UP3 Mamuju bersama UP2K Sulbar dan ULP Manakarra menggelar kegiatan bersih-bersih di kawasan Pantai Arteri Mamuju. Aksi tersebut menyasar sampah dan berbagai material yang berpotensi mencemari kawasan pesisir.

Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di tangan pemerintah. Akan tetapi, juga memerlukan partisipasi aktif dunia usaha dan masyarakat.

Kawasan pantai yang bersih tidak hanya mendukung estetika lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan ekosistem pesisir dan kenyamanan publik.

“Jumat Berdampak ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi langkah kecil yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan pegawai PLN itu sendiri,” ujar Tim Humas PLN UP3 Mamuju, Supriadi, Jumat (17/7).

Di saat yang sama, PLN juga menjalankan program Clean Energy Day (CED) setiap Jumat. Program tersebut mendorong pegawai mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil.

Upaya itu menguat dengan memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik, berjalan kaki, atau alternatif transportasi rendah emisi lainnya. Supriadi menjelaskan, bahwa program tersebut menjadi bagian dari budaya kerja yang terus dibangun di lingkungan PLN.

“Setiap Jumat itu ada program CED, di mana pegawai diharuskan pada saat berangkat dan pulang kantor tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil atau BBM. Lebih dianjurkan menggunakan energi bersih atau listrik atau berjalan kaki ke kantor,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak hanya dipahami sebagai tanggung jawab korporasi, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku sehari-hari yang diterapkan pegawai. Melalui kombinasi antara pengurangan emisi dan aksi lapangan, PLN berupaya menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap perubahan iklim dan pengelolaan sampah, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai memiliki arti penting. Kebiasaan kecil yang melibatkan banyak orang dapat menghasilkan perubahan yang lebih besar bagi kualitas lingkungan dalam jangka panjang.

“Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari Jumat, kami bergerak. Dari kepedulian, kami hadirkan dampak,” tandas Supriadi.

Pernyataan tersebut menjadi cerminan semangat PLN UP3 Mamuju dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan. Melalui program Jumat Berdampak, perusahaan tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial, tetapi juga menanamkan budaya peduli lingkungan yang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk melakukan hal serupa.