Di Perpustakaan MACCANGA, Siswa SDN 1 Mamuju Temukan Serunya Belajar Lewat Buku dan Video Edukatif

waktu baca 3 menit
MEMBACA. Siswi SDN 1 Mamuju membaca nyaring sebagai salah satu kegiatan dalam kunjungan mereka ke Dispusip Mamuju.

Mamuju – Puluhan siswa dan siswi SDN 1 Mamuju memadati Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju, pagi kemarin, Senin (1/9).

Kehadirannya bukan sekadar jalan-jalan, melainkan kunjungan wisata literasi untuk menumbuhkan kecintaan mereka pada dunia membaca.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program MACCANGA (Mamuju Cerdas, Cakap, dan Gemilang dengan Aksara), sebuah inisiatif dari Dispusip Mamuju untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Para murid menjelajahi setiap sudut Perpustakaan Mamuju atau kerap juga disebut Perpustakaan MACCANGA. Dengan antusias, mereka kemudian berlomba-lomba memilih dan membaca buku cerita di ruang baca anak.

Petualangan literasi ini tidak berhenti pada buku. Di Mini Theater Dispusip Mamuju, para siswa disuguhi video-video edukatif yang menarik. Mulai dari pentingnya membaca buku, cara memahami bacaan, hingga tips untuk menceritakan kembali buku yang sudah dibaca.

Siswi SDN 1 Mamuju ketika menonton video edukatif di Mini Theater Dispusip Kabupaten Mamuju.

Setelah itu, para murid diberi tantangan untuk mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari. Mereka diminta untuk memilih buku, membacanya dengan lantang, dan menceritakan kembali isinya. Aktivitas ini mengubah sesi membaca menjadi sebuah pengalaman yang interaktif dan berkesan.

Guru SDN 1 Mamuju, Ernawati, menegaskan bahwa kunjungan ke perpustakaan bukan sekadar lawatan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi luar kelas yang memberi warna baru dalam proses belajar mengajar.

Menurutnya, kegiatan semacam ini mampu mengurai kebosanan siswa dari rutinitas belajar di dalam kelas. Bahkan, yang tak kalah penting, mereka bisa memperoleh pengalaman berharga yang memperkaya pengetahuan.

“Lewat perpustakaan, siswa tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga menumbuhkan budaya literasi. Dengan buku cetak, buku digital, hingga tayangan video, mereka bisa merasakan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan dibandingkan di dalam kelas,” ujar Ernawati.

Selain itu, sambung Ernawati, kunjungan ke perpustakaan akan menjadi pintu bagi anak-anak untuk mulai akrab dengan buku. Sedikit demi sedikit, kebiasaan itu akan tumbuh dan melekat dalam kehidupan mereka.

“Dengan budaya literasi yang kuat, anak-anak akan terbiasa membaca. Dan kebiasaan membaca ini tentu akan membawa dampak positif bagi masa depan mereka,” terangnya.

Kehadiran perpustakaan menjadi harapan baru bagi guru dan siswa. Jika sebelumnya kegiatan luar kelas hanya sebatas kunjungan ke rumah adat, kini sekolah memiliki alternatif lain yang tak kalah bermanfaat.

Siswa dan siswi SDN 1 Mamuju ketika membaca buku bersama di Mini Theater Dispusip Kabupaten Mamuju.

Apalagi, kata Ernawati, Perpustakaan Mamuju memiliki koleksi bacaan buku anak yang banyak dan beragam. Fasilitasnya pun sangat lengkap untuk mendukung proses pembelajaran luar kelas.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran perpustakaan ini. Tidak hanya pada tempat belajar di luar kelas, tetapi juga dalam hal mendorong minat baca anak-anak,” tandas Ernawati.

Salah seorang siswa, Muh. Ilham mengaku betah di Perpustakaan Mamuju. Kata dia, banyak koleksi cerita anak yang menarik untuk dibaca. Selain itu, ia juga lebih leluasa membaca di dalam ruang baca anak.

“Suka sekali (di perpustakaan, red). Tempatnya bagus, banyak juga bukunya. Yang saya baca tadi buku cerit. Belajar sama nonton juga,” ucap Ilham.

Kepala Dispusip Mamuju, M. Fausan Basir menegaskan, keberadaan perpustakaan yang dibangun Bupati Mamuju bukan sekadar fasilitas biasa. Perpustakaan ini hadir sebagai wadah untuk meningkatkan literasi masyarakat, khususnya anak-anak, agar sejak dini terbiasa dengan bacaan.

Menurutnya, kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak kecil akan membentuk generasi yang gemar belajar, memiliki wawasan luas, serta tumbuh dengan pola pikir kritis dan cerdas.

“Seluruh fasilitas di perpustakaan ini dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat, terutama anak-anak. Harapan kami, dari sini lahirlah generasi berpengetahuan, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkas Fausan.

error: Content is protected !!
Play sound