Dispoparekraf Sulbar Perkuat Ekosistem Kewirausahaan, Bidik 1.000 Pelaku Usaha Baru
Polman — Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulawesi Barat memperkuat langkah mencetak pelaku usaha baru melalui program pembinaan dan pelatihan berkelanjutan. Targetnya, 1.000 pelaku usaha ekonomi kreatif dan UMKM lahir setiap tahun.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, saat membuka Seminar Peminatan Kewirausahaan Pemuda di Polewali Mandar, Kamis (30/4). Kegiatan ini diikuti 107 peserta dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga organisasi kepemudaan.
Dalam arahannya, Bau Akram menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya di sektor ekonomi kreatif.
“Salah satu target strategis yang dicanangkan adalah lahirnya 1.000 pelaku usaha Ekraf dan UMKM setiap tahun di Sulawesi Barat,” kata Bau Akram.
Ia menegaskan, Dispoparekraf akan mengoptimalkan peran melalui berbagai program pembinaan untuk mencetak pelaku usaha yang adaptif dan berdaya saing.
“Melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, Dispoparekraf akan turut berperan aktif dalam mewujudkan target pemerintah provinsi tersebut. Kita dorong lahirnya pelaku usaha yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di era ekonomi digital,” lanjutnya.
Selain peningkatan jumlah pelaku usaha, Dispoparekraf juga mendorong transformasi UMKM menuju sistem berbasis digital guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing.
Bau Akram mengingatkan peserta agar jeli melihat peluang pada sektor potensial seperti kuliner, kerajinan, dan fesyen berbasis wastra yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas lokal.
“Kami mendorong para pemuda untuk berani memulai usaha dari potensi yang ada di sekitar, memanfaatkan teknologi secara maksimal, serta terus mengasah kemampuan melalui pelatihan yang difasilitasi pemerintah,” ujar Bau Akram.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kepemudaan Dispoparekraf Sulbar, Karnoto, menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kewirausahaan di kalangan generasi muda.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar kewirausahaan, menumbuhkan semangat dan karakter usaha, serta mendorong peserta mampu melihat peluang berbasis potensi lokal dan menyusun rencana usaha sederhana,” jelas Karnoto.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas kewirausahaan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Penguatan kapasitas dan minat kewirausahaan penting sebagai salah satu pilar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.




