Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing, Pemkab Mamuju Bangun Perpustakaan dengan Arsitektur Inklusif Modern dan Ramah Anak
Mamuju – Perpustakaan Kabupaten Mamuju kini resmi beroperasi dengan beragam fasilitas lengkap dan arsitektur yang inklusif, modern serta ramah anak.
Perpustakaan tersebut berada di jantung kota Mamuju, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.
Peresmiannya ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti oleh Bupati Mamuju, Dr. St. Sutinah Suhardi, pagi tadi.
Bangunan perpustakaan terdiri dari tiga gedung utama, yakni gedung perpustakaan, kantor, dan home theater. Gedung lain berupa depo arsip terletak di Landscape Manakarra Tower. Â Â
Dari sisi arsitektur, bangunan perpustakaan didesain aksesibel. Masyarakat lebih mudah menggunakannya, termasuk pengunjung yang berkebutuhan khusus.
Gedung itu dilengkapi toilet khusus difabel, ruang laktasi, 100 buku braille, jalur landai untuk kursi roda, pegangan rambat untuk penopang, dan kursi roda.
Selain gedung, fasilitasnya pun tak kalah menarik. Perpustakaan kini memiliki home theater dan berbagai jenis ruangan yang berbeda.
Tersedia ruang baca umum, ruang baca anak-anak, ruang kerja bersama, dan perpustakaan digital yang berisi ribuan koleksi buku. Â
Selain itu, ada juga ruang multimedia yang sudah dilengkapi komputer dan terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi.
Menurut Bupati Mamuju, Dr. St. Sutinah Suhardi, perpustakaan sengaja dibangun untuk mendorong SDM Mamuju yang lebih unggul dan dapat bersaing dengan daerah lain.
Sutinah tahu, minat baca generasi muda saat ini menurun dan salah satu penyebabnya adalah teknologi. Sehingga, kata dia, mewujudkan SDM berkualitas punya tantangan tersendiri di tengah gerusan teknologi yang semakin pesat.
Salah satu upaya pemerintah dengan membangun perpustakaan dengan fasilitas yang sangat memadai. Tidak hanya sebatas buku fisik, namun juga buku digital.
Kehadiran perpustakaan ini diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pengetahuan.
“Ini adalah bukti bagaimana kita ingin meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Mamuju. Percuma Mamuju bangunannya bagus, kotanya bagus tapi anak-anak kita jauh tertinggal,” kata Sutinah dalam sambutannya.
Tak kalah berkesan, perpustakaan ini dibangun tidak menggunakan bantuan pemerintah pusat, tetapi murni APBD Pemerintah Kabupaten Mamuju.
Sutinah sudah mengusulkan bantuan pembangunan perpustakaan ke pemerintah pusat. Namun, tak mendapat respon selama dua tahun.
“Tapi saya memandang bahwa perpustakaan itu harus ada di Kabupaten Mamuju, sehingga saya bersama dengan teman-teman memutuskan ayo kita bangun perpustakaan, walaupun mengunakan APBD,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan lain, Sutinah bahkan berencana untuk meningkatkan jumlah koleksi buku di perpustakaan tersebut. Dia ingin masyarakat memiliki lebih banyak referensi yang dapat dijadikan pedoman dalam mangakses ilmu pengetahuan.
“Kita akan support dan saya harap ini menjadi awal bagaimana pendidikan di Kabupaten Mamuju bisa semakin baik,” harap Sutinah.
Dia pun menegaskan, masyarakat dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di perpustakaan secara cuma-cuma alias gratis. Sutinah hanya meminta agar fasilitas itu dijaga dengan baik.
“Semua fasilitas itu gratis. Tapi saya minta dijaga karena ini aset pemerintah. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” pintanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju, M. Fausan Basir menuturkan, perpustakaan tersebut merupakan mimpi dan visi besar Bupati Mamuju untuk mewujudkan kabupaten yang literat.
“Tapi justru karena besar, ini pantas diperjuangkan. Kabupaten literat bukan hanya kabupaten yang punya banyak buku, tetapi kabupaten yang masyarakatnya hidup berdampingan dengan ilmu pengetahuan,” pungkas Fausan.


