DPP Demokrat Tarik Penentuan Cawagub Sulbar ke Pusat, Dua Kandidat Jalani Uji Kelayakan

waktu baca 2 menit
Potret tokoh Syamsul Samad dan Fatmawati Salim. Dokumentasi Muh. Said.

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengambil alih proses penentuan calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat pengganti almarhum Mayjen (Purn) Salim S. Mengga.

Langkah ini menandai sentralisasi keputusan politik di tingkat pusat dalam memastikan figur yang diusulkan memenuhi kriteria partai secara menyeluruh.

Dua nama yang masuk tahap lanjutan adalah Syamsul Samad dan Fatmawati Salim. Keduanya dijadwalkan mengikuti sesi wawancara langsung di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (11/6/2026) pukul 15.00 WIB.

Pemanggilan tersebut merujuk pada surat resmi DPP Partai Demokrat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal partai. Agenda wawancara menjadi tindak lanjut dari usulan DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat yang sebelumnya mengajukan dua nama kandidat untuk dipertimbangkan di tingkat pusat.

Proses seleksi melibatkan sejumlah unsur strategis DPP, mulai dari Sekretaris Jenderal, Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK), unsur kebendaharaan, hingga Wakil Sekretaris Jenderal. Struktur ini menunjukkan pendekatan kolektif dalam membaca kelayakan politik dan organisasi para kandidat.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Abd. Wahab Abdy, menegaskan bahwa kewenangan akhir berada sepenuhnya pada DPP Partai Demokrat.

“Tim penjaringan DPD Demokrat Sulbar sebelumnya telah mengusulkan 2 nama ke DPP, dan untuk memutuskan satu nama yang akan mendapatkan rekomendasi telah menjadi kewenangan DPP,” kata Wahab Abdy.

Ia menjelaskan, DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat hanya menjalankan fungsi administratif dan penjaringan awal sesuai mekanisme internal partai. Sementara itu, proses pendalaman hingga penetapan rekomendasi berada sepenuhnya pada otoritas pusat.

Wahab menilai mekanisme tersebut mencerminkan disiplin organisasi dalam menjaga objektivitas dan konsistensi prosedur pengambilan keputusan politik di tubuh Partai Demokrat.

Tahap wawancara di DPP akan menjadi instrumen evaluasi akhir sebelum partai menetapkan satu nama yang akan direkomendasikan sebagai calon Wakil Gubernur Sulbar.