Jembatan dan Air Bersih Jadi Ujian Kehadiran Negara di Mamuju

waktu baca 2 menit

Mamuju — Akses penghubung dan air bersih masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat. Program pembangunan 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang digagas TNI Angkatan Darat mencoba menjawab kebutuhan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program tersebut secara serentak melalui konferensi video, Kamis (13/8). Program mengusung tema “Negara Hadir untuk Rakyat” dan menyasar berbagai wilayah Indonesia.

Korem 142/Tatag ikut mendukung pelaksanaan program tersebut. Kasi Ter Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf Mochamad Arlufti Noegroho hadir mewakili Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono.

Untuk wilayah Kodim 1418/Mamuju, kegiatan berlangsung di Desa Tadui, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Dandim 1418/Mamuju Kolonel Arm Andang Radianto, Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, jajaran Polri, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta masyarakat turut hadir.

Kolonel Inf Arlufti mengatakan, pembangunan jembatan dan fasilitas air bersih merupakan bentuk komitmen TNI AD untuk menghadirkan manfaat yang langsung masyarakat rasakan.

Menurut dia, pembangunan tersebut tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. Jembatan membuka akses dan memperlancar mobilitas. Sementara fasilitas air bersih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“TNI AD terus menunjukkan komitmennya untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat, sejalan dengan semangat “Negara Hadir untuk Rakyat” dalam mewujudkan pembangunan yang merata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” ujar Kolonel Inf Arlufti.

Selain itu, program tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar masih membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Akses jalan penghubung dan ketersediaan air bersih memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta kualitas hidup warga.

error: Content is protected !!
Putar suara