Lomba Membaca Nyaring KKN Tematik Literasi Unsulbar Dorong Anak Tapandullu Berani Tampil

waktu baca 3 menit

Mamuju — Anak-anak Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan membaca sekaligus melatih keberanian tampil melalui kegiatan Lomba Membaca Nyaring  pada 30 Juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program KKN Tematik Literasi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam upaya menumbuhkan minat baca dan memperkuat budaya literasi di desa.

Dalam kegiatan itu, anak-anak secara bergantian maju membacakan buku di hadapan peserta dan tamu yang hadir. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk melatih kemampuan membaca, menyampaikan cerita, serta membangun rasa percaya diri.

Kegiatan Lomba Membaca Nyaring turut dihadiri Kepala Desa Tapandullu, pengurus Perpustakaan Masannang, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju. Kegiatan dibuka langsung oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat.

Kehadiran kedua dinas juga dirangkaikan dengan layanan Perpustakaan Keliling, hasil kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju. Layanan tersebut menghadirkan berbagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh anak-anak dan masyarakat Desa Tapandullu.

Kehadiran Perpustakaan Keliling menjadi salah satu cara untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Selama ini, masyarakat lebih mengenal Perpustakaan Masannang yang berada di sekitar Kantor Desa Tapandullu. Dengan adanya layanan keliling, masyarakat dapat mengakses buku melalui layanan yang hadir lebih dekat.

Pendiri sekaligus penginisiasi berdirinya Perpustakaan Masannang yang juga Ketua PKK Desa Tapandullu, Selvi, menyambut baik kehadiran layanan tersebut. Menurutnya, Perpustakaan Keliling membantu masyarakat mengenal lebih luas layanan perpustakaan yang tersedia.

“Dengan adanya layanan perpustakaan keliling, masyarakat lebih tahu bahwa perpustakaan bukan hanya yang ada di samping Kantor Desa Tapandullu. Sekarang sudah ada perpustakaan keliling sehingga manfaatnya bisa lebih luas,” ujar Selvi.

Menurutnya, layanan tersebut juga dapat menarik anak-anak yang sebelumnya belum tertarik datang ke perpustakaan. Mereka dapat membaca langsung di mobil layanan perpustakaan keliling dan mendapatkan pengalaman membaca dengan suasana yang berbeda.

Selvi pun mengapresiasi kedatangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju. Ia menilai kehadiran kedua dinas tersebut memberikan dukungan bagi kegiatan literasi yang dilaksanakan di Desa Tapandullu.

“Saya sangat bangga karena meskipun kegiatan berlangsung di desa, kedua dinas menyempatkan waktu untuk datang dan bercengkerama dengan adik-adik yang menjadi sasaran kegiatan perpustakaan. Tentunya ini juga sangat membantu kegiatan adik-adik mahasiswa Universitas Sulawesi Barat,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Sulawesi Barat tidak hanya mengajak anak-anak membaca, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk berani tampil. Kemampuan membaca dan keberanian berbicara menjadi bagian dari pengalaman yang diperoleh anak-anak selama mengikuti kegiatan.

Selvi berharap dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlangsung setelah program KKN selesai. Menurutnya, kegiatan literasi di Desa Tapandullu membutuhkan keberlanjutan agar manfaat perpustakaan dapat terus dirasakan masyarakat.

“Bahkan kalau nanti sudah tidak ada mahasiswa di sini, saya berharap kerja sama ini tetap berlangsung. Jangan hanya karena ada mahasiswa kemudian kegiatan berjalan, tetapi setelah mahasiswa selesai juga tetap ada kegiatan dan layanan untuk anak-anak dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju dapat terus meningkatkan layanan, termasuk Perpustakaan Keliling, sehingga akses terhadap bahan bacaan semakin mudah dijangkau masyarakat Desa Tapandullu.

Kegiatan Lomba Membaca Nyaring dan layanan Perpustakaan Keliling menjadi bagian dari rangkaian upaya memperkuat budaya literasi di Desa Tapandullu. Kolaborasi antara mahasiswa, Perpustakaan Masannang, pemerintah desa, dan kedua dinas diharapkan dapat terus mendukung kegiatan literasi bagi anak-anak dan masyarakat.