Korem 142/Tatag Siapkan Kekuatan dan Peralatan Hadapi Karhutla

waktu baca 2 menit

Mamuju — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki fase yang menuntut kesiapan lebih dari sekadar koordinasi.

Korem 142/Tatag menyiapkan personel, kendaraan pemadam, hingga alat semprot portable untuk mempercepat respons jika kebakaran meluas di Sulawesi Barat.

Kesiapan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla yang digelar Pemerintah Provinsi Sulbar di Ruang Opal, Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (27/8).

Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf Abd. Rahman mengatakan personel Yonif TP yang berada di Kabupaten Polewali Mandar dan Pasangkayu siap membantu Kodim jajaran saat terjadi karhutla.

Selain personel, Korem menyiapkan sejumlah sarana pendukung. Kendaraan pemadam kebakaran dapat digunakan untuk memadamkan api sekaligus membantu distribusi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.

“Kodim jajaran juga telah menyiapkan masing-masing 25 alat semprot portable untuk digunakan personel di lokasi kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan pemadam,” ujar Kolonel Inf Abd. Rahman.

Kesiapan itu menjadi penting karena penanganan karhutla tidak selalu berlangsung pada lokasi yang mudah dijangkau kendaraan pemadam. Medan sulit dapat memperlambat respons sekaligus memberi ruang bagi api untuk meluas.

Korem 142/Tatag mendorong pemerintah kabupaten segera membentuk dan mengoptimalkan Satgas Pengendalian Karhutla. Satgas juga perlu menguji kesiapan melalui Tactical Floor Game (TFG) dan geladi lapangan.

Langkah tersebut bertujuan memastikan personel memahami tugas, peralatan siap digunakan, dan jalur koordinasi tidak tersendat ketika kebakaran benar-benar terjadi.

Gubernur Sulbar Suhardi Duka meminta seluruh unsur memperkuat koordinasi dan bergerak cepat saat kebakaran lahan muncul. Ia juga meminta pemerintah daerah memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan karhutla serta memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Rapat koordinasi itu akhirnya tidak berhenti pada pembagian peran. Pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, BMKG, Basarnas, Kejaksaan dan instansi terkait dituntut memastikan kesiapan berubah menjadi tindakan cepat ketika titik api muncul.

Korem 142/Tatag menyatakan siap mengerahkan personel dan materiil untuk memperkuat respons penanggulangan karhutla di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

Putar suara