Layanan Puskesmas Binanga Dikeluhkan, Antrean Obat Bikin Pasien Menunggu Lama
Mamuju — Antrean pengambilan obat justru menjadi bagian pelayanan yang paling menyita waktu di Puskesmas Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Sejumlah pasien mengaku harus menunggu lama setelah pemeriksaan selesai. Waktu tunggu untuk memperoleh obat bahkan dinilai lebih panjang daripada pemeriksaan dokter dan layanan laboratorium.
Nasrul, salah satu keluarga pasien, merasakan sendiri lamanya proses tersebut. Ia mengaku sudah menunggu sejak pagi, tetapi hingga pukul 10.00 WITA obat yang diresepkan dokter belum juga ia terima.
“Mungkin sekitar satu setengah jam sudah saya menunggu. Lebih lama ambil obat daripada diperiksa dokter,” keluh Nasrul, kemarin.
Menurut Nasrul, persoalan itu bukan pengalaman pertama. Ia kembali menemukan antrean panjang saat mendampingi keluarganya berobat.
“Sebelumnya sama juga. Lama menunggu obat,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Hasnur. Pasien yang menjalani pemeriksaan rutin itu mengatakan layanan pemeriksaan kandungan dan laboratorium berjalan relatif cepat. Persoalan muncul ketika ia harus mengambil obat.
“Kalau cek kandungan dan pemeriksaan lab tadi cuma sebentar. Tebus obatnya yang agak lama,” kata ibu 32 tahun itu.
Hasnur memahami keterbatasan petugas sebagai salah satu faktor yang mungkin memengaruhi durasi pelayanan. Namun, kondisi itu menurutnya tidak semestinya membuat kelompok rentan harus menunggu lama.
Ia meminta Puskesmas Binanga membuat pola antrean yang mempertimbangkan kondisi pasien. Anak-anak dan ibu hamil, terutama yang sudah memasuki usia kehamilan besar, menurutnya perlu memperoleh prioritas.
“Misalnya saya yang hamil besar, tidak bisa duduk terlalu lama, apalagi sampai satu jam. Jadi mungkin ke depan bisa dibedakan pelayannya,” harapnya.
Persoalan ini membuat rantai pelayanan kesehatan terasa timpang. Pemeriksaan yang relatif cepat justru berujung pada waktu tunggu panjang saat pasien hendak memperoleh obat.
Kepala Puskesmas Binanga, Jasman, mengakui lamanya antrean pengambilan obat menjadi salah satu keluhan pasien. Ia menyebut keterbatasan tenaga apoteker turut memengaruhi durasi pelayanan.
“Kendala terkait dengan ini terutama di tenaga yang kurang. Apoteker cuma 2 orang dan harus melayani lebih dari 100 pasien per hari,” beber Jasman.
Menurut Jasman, pihaknya tengah mengevaluasi alur pelayanan pada bagian pengambilan obat agar waktu tunggu pasien bisa lebih singkat. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki layanan setelah keluhan serupa berulang.
“Terkait dengan antrean di pengambilan obat, saat ini kami sedang evaluasi proses agar antrean pengambilan obat tidak terlalu lama. Hal ini yang banyak dikeluhkan pasien,” ucapnya.
Jasman menyatakan keluhan pasien menjadi perhatian pihaknya. Ia juga mengapresiasi masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi pelayanan Puskesmas Binanga.
“Saya berterima kasih atas penyampaian ini, dan ini menjadi perhatian utama kami dalam memperbaiki layanan,” pungkas Jasman.


