Lepas 393 Jemaah Haji Mamuju, Gubernur Sulbar Sebut Haji Bukan Sekadar Mampu

waktu baca 2 menit

Mamuju — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menegaskan ibadah haji bukan sekadar soal kemampuan finansial. Ia mengingatkan dimensi spiritual menjadi faktor utama dalam panggilan ke Tanah Suci.

Pernyataan itu ia sampaikan saat melepas 393 jemaah haji asal Kabupaten Mamuju di Kompleks Rumah Adat Mamuju, Senin (27/4/2026). Pelepasan ini menandai dimulainya perjalanan ibadah rukun Islam kelima bagi ratusan jemaah tersebut.

“Banyak orang kaya dan mampu, tapi tidak dipanggil oleh Allah untuk haji. Jadi haji bukan hanya mampu, tapi haji bagian dari hidayah,” kata Suhardi Duka.

Gubernur yang akrab disapa SDK itu juga menyinggung realitas sosial jemaah. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas justru mendapat kesempatan berhaji.

“Walaupun kau sederhana, mungkin paspasan, tapi kau dipanggil. Pasti, kamu akan naik haji,” ucapnya.

Selain aspek spiritual, SDK menekankan pentingnya kesiapan teknis selama menjalankan ibadah. Ia meminta jemaah berpegang pada materi manasik sebagai panduan utama di lapangan.

“Gunakan pelajarannya dari mana pun sumbernya. Tapi yang menjadi pedoman adalah hasil dari Manasik haji,” sebut SDK.

Ia juga mengingatkan kondisi di Tanah Suci berbeda dengan daerah asal. Karena itu, jemaah harus menjaga kesehatan fisik serta mengendalikan emosi agar ibadah berjalan lancar.

“Jaga kesehatan, jaga emosi jangan terlalu tepat cepat tersinggung,” urainya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Sulbar mendoakan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.

“Saya mendoakan bapak dan ibu, pergi dengan selamat dan kembali dengan selamat, bertemu kembali dengan keluarganya,” pungkas SDK.