Tekan Pelanggaran Sejak Dini, Ditlantas Sulbar Bentuk Sekolah Pelopor Keselamatan
Sulbar — Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat mendorong pembentukan generasi tertib berlalu lintas melalui program “Sekolah Pelopor Keselamatan”.
Langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk menekan pelanggaran dan risiko kecelakaan yang melibatkan pelajar.
Upaya tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Ditlantas Polda Sulbar dan Pemerintah Provinsi Sulbar di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung BPKB Ditlantas, Senin (27/4). Forum ini mematangkan penyusunan nota kesepakatan sebagai dasar hukum pelaksanaan program.
Direktur Lalu Lintas Polda Sulbar, Kombes Pol Nurhadi Ismanto, memimpin langsung rapat yang melibatkan lintas instansi.
Hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perkimtanhub, Biro Hukum, Biro Pemkesra Setda Provinsi, perwakilan Jasa Raharja, serta pihak sekolah dari SMAN 1 Mamuju dan SMKN 1 Rangas.
Dirlantas menegaskan program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menilai pendidikan lalu lintas harus menyasar pelajar sebagai kelompok strategis yang rentan terlibat pelanggaran.
“Program Sekolah Pelopor Keselamatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman serta membangun budaya tertib berlalu lintas kepada para pelajar. Jika mereka dididik dengan benar sejak dini, maka akan lahir generasi yang disiplin dan menghargai keselamatan di jalan raya,” kata Kombes Pol Nurhadi.
Rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Para pihak sepakat menyusun dan menandatangani nota kesepakatan sebagai pijakan program. Koordinasi lintas sektor akan diperkuat melalui grup komunikasi bersama. Pemerintah dan kepolisian juga akan mengintegrasikan program agar berjalan selaras.
Selain itu, peserta rapat menetapkan sekolah percontohan untuk pembinaan intensif. Lingkungan sekolah akan dilengkapi sarana edukasi seperti miniatur rambu dan marka jalan guna mendukung pembelajaran praktis.
Program ini juga akan diperluas melalui pembentukan “Kampung Tertib Lalu Lintas” agar edukasi menjangkau masyarakat.
Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak berhenti di ruang kelas. Edukasi yang konsisten diyakini mampu membentuk budaya tertib berlalu lintas yang meluas hingga lingkungan sosial, sekaligus memperkuat keselamatan jalan di Sulawesi Barat.





