Bersih-Bersih Internal Kepolisian, Kapolda Sulbar Bakal Sikat Perwira Terlibat Narkoba
Mamuju – Komitmen pemberantasan narkoba di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) tak lagi sekadar slogan.
Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, mengirimkan pesan keras dan tanpa kompromi. Siapa pun anggota Polri yang terlibat narkoba akan ditindak tegas, tanpa pandang pangkat dan jabatan.
Pernyataan tegas ini disampaikan Kapolda dalam rilis akhir tahun Polda Sulbar yang digelar di Aula Marannu, Senin (29/12). Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sulbar serta insan pers dari berbagai media. Momentum ini sekaligus menjadi panggung terbuka bagi komitmen “bersih-bersih” internal kepolisian.
Dalam keterangannya, Irjen Pol. Adi Deriyan menegaskan bahwa hukum adalah satu untuk semua. Tidak ada kekebalan, tidak ada perlakuan khusus, bahkan bagi perwira tinggi sekalipun.
“Baik perwira pertama, perwira menengah, maupun perwira tinggi, kalau terlibat dan ketahuan, saya pastikan akan ditindak. Itu janji dan komitmen saya,” tegas Kapolda dengan nada serius.
Ancaman Ganda di Tubuh Polda
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Kapolda menilai bahwa keterlibatan aparat dalam narkoba merupakan ancaman ganda. Tidak hanya merusak moral institusi, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik. Karena itu, langkah tegas ini sebagai strategi menjaga integritas Polri sebagai penegak hukum.
Menurutnya, anggota Polri seharusnya berdiri di garis terdepan dalam memerangi narkoba, bukan justru menjadi bagian dari mata rantai kejahatan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Polda Sulbar akan memperketat pengawasan melekat (waskat) dan meningkatkan pemeriksaan mendadak terhadap personel, mulai dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek. Upaya ini sebagai bentuk pencegahan sekaligus deteksi dini terhadap penyimpangan internal.
Kapolda juga menegaskan bahwa sanksi berat telah menanti bagi personel yang terbukti terlibat, baik sebagai pengguna, pelindung, maupun pengedar narkoba. Proses pidana akan menyasar pada level terberat, Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
“Tidak ada ruang bagi narkoba di Polda Sulbar. Komitmen ini adalah harga mati demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” pungkasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, Polda Sulbar memilih jalan keras dan berisiko, namun tegas: membersihkan institusi dari dalam, apa pun konsekuensinya.





