DKP Sulbar Konsolidasi Program, Dorong Hilirisasi Perikanan dan Stabilitas Harga Ikan

waktu baca 2 menit
Suasana pertemuan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar dengan Tim Ahli Evaluasi Program Gubernur Sulbar.

Mamuju – DKP Sulbar mengkonsolidasikan program bersama Tim Ahli Evaluasi Program Gubernur Sulbar untuk memperkuat arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Forum ini menyoroti penguatan pelabuhan perikanan, pengelolaan wilayah kepulauan, hingga langkah menjaga stabilitas harga ikan.

Kepala DKP Sulbar Safaruddin memimpin pertemuan di Aula DKP Sulbar, Kamis, 29 Januari 2026. Ia menegaskan seluruh program harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga pesisir dan nelayan.

“Program yang baik harus bisa dirasakan manfaatnya dan diketahui masyarakat. Di sinilah pentingnya peran media dan komunikasi yang terbuka,” ujar Safaruddin.

Safaruddin menilai komunikasi publik menjadi kunci agar masyarakat memahami tujuan program dan bantuan pemerintah. Ia juga mendorong aparatur DKP aktif menyebarkan informasi positif melalui kanal resmi dinas.

Tim Ahli Gubernur Sulbar Abdul Waris Bestari dan Bayu hadir bersama para kepala bidang lingkup DKP Sulbar serta Kepala UPTD BBIP Poniang. Mereka membahas capaian program sekaligus mengevaluasi hal-hal yang perlu perbaikan, termasuk dampak kegiatan bagi masyarakat.

Dalam pembahasan, DKP Sulbar memetakan potensi pendapatan daerah dari sektor perikanan. Forum juga menyoroti peran pelabuhan dan fasilitas pendukung sebagai penggerak ekonomi pesisir.

Dukungan Pengelolaan Kepulauan Mengemuka

Safaruddin menyampaikan dukungan bersama penting untuk pengelolaan wilayah kepulauan, khususnya Kepulauan Balabalakang. DKP Sulbar juga menyiapkan rencana pengajuan proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk memperkuat pengelolaan sumber daya laut.

DKP Sulbar turut menjajaki kerja sama dengan investor untuk pengembangan Pelabuhan Perikanan Palipi, terutama guna memperkuat pemasaran ikan teri. Pelabuhan itu dinilai strategis sebagai pusat aktivitas nelayan sekaligus sumber pendapatan daerah.

Forum juga membahas langkah menjaga harga ikan tetap stabil. Opsi yang mengemuka antara lain pengawasan jalur distribusi, pemanfaatan cold storage, serta optimalisasi pengelolaan pabrik es milik DKP Sulbar.

Untuk mendukung budidaya, UPTD BBIP Poniang mendapat dorongan agar meningkatkan produksi bibit ikan demi memenuhi kebutuhan pembudidaya. DKP Sulbar juga membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan mahasiswa agar generasi muda terlibat dalam pengelolaan sumber daya perikanan.

Ke depan, DKP Sulbar merencanakan pelibatan konten kreator lokal untuk memperluas jangkauan informasi. Terutama saat penyerahan bantuan kepada nelayan, agar publik menerima informasi lebih cepat dan mudah memahami.

error: Content is protected !!
Play sound