70 Profesor Asal Sulbar Siap Susun Naskah Akademik untuk Kebijakan Daerah

waktu baca 2 menit

Sulbar – Forum Komunikasi Profesor Sulawesi Barat Indonesia mulai mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Forum ini menghimpun sekitar 70 profesor asal Sulbar dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka menyiapkan kajian akademik hingga naskah kebijakan untuk membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan strategis.

Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menerima kunjungan Profesor Muhammad Amri bersama rombongan di Kantor Gubernur Sulbar, Senin (11/5).

Pertemuan itu membahas penguatan peran Forum Komunikasi Profesor Sulawesi Barat Indonesia, sebagai wadah kolaborasi akademisi asal Sulbar yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Profesor Muhammad Amri mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antarprofesor, tetapi juga wadah kontribusi pemikiran strategis bagi pembangunan Sulawesi Barat.

“Kami telah berkomitmen kepada Bapak Gubernur untuk membantu memberikan pemikiran strategis terkait berbagai isu sumber daya yang berkembang di Sulbar, termasuk mempersiapkan naskah akademik yang bisa menjadi salah satu instrumen dasar dalam pengambilan kebijakan,” kata Profesor Muhammad Amri.

Siapkan Kajian Akademik

Menurut Amri, forum profesor akan fokus membantu pemerintah daerah melalui kajian ilmiah terhadap berbagai persoalan pembangunan yang membutuhkan pendekatan akademis.

Selain itu, forum tersebut juga merancang silaturahmi nasional profesor asal Sulawesi Barat pada Agustus 2026 mendatang sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Provinsi Sulbar.

Amri menyebut Gubernur Sulbar memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan forum tersebut karena dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

“Bapak Gubernur sangat merespon dan memberi apresiasi terhadap kunjungan kami. Beliau berharap organisasi ini dapat membantu pemerintah daerah, bukan hanya di provinsi tetapi juga di kabupaten,” ucapnya.

Forum profesor itu saat ini juga melakukan roadshow ke sejumlah daerah di Sulbar, seperti Polewali Mandar dan Majene. Selanjutnya, kunjungan akan berlanjut ke Mamuju, Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Mamasa.

Melalui komunikasi langsung dengan pemerintah daerah, forum tersebut akan memetakan persoalan prioritas yang membutuhkan dukungan kajian akademik dan rekomendasi kebijakan.

“Kami akan mengusulkan berbagai kebutuhan daerah. Karena itu kami akan melakukan brainstorming dengan para bupati terkait hal-hal krusial yang membutuhkan pemikiran akademis,” pungkas Profesor Muhammad Amri.