Sulbar Genjot Eliminasi TBC, Ratusan Nakes Puskesmas Diperkuat Lewat Pelatihan Garatta TBC

waktu baca 3 menit

Sulbar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas.

Upaya tersebut diwujudkan lewat pelatihan khusus yang mengintegrasikan penguatan kompetensi medis dengan implementasi inovasi Garatta TBC (Gerakan Terpadu Tuntaskan Tuberkulosis).

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulawesi Barat berkolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar menyelenggarakan Pelatihan Tuberkulosis bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) puskesmas pada 12–24 Juli 2026.

Pelatihan berlangsung dengan metode blended learning yang menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka. Skema tersebut memungkinkan peserta memperoleh materi secara menyeluruh melalui pembelajaran mandiri, diskusi interaktif, hingga praktik lapangan yang berorientasi pada penguatan layanan TBC di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Program tersebut membekali tenaga kesehatan dengan kompetensi deteksi dini kasus, tata laksana pengobatan, investigasi kontak, terapi pencegahan TBC (TPT), pengendalian infeksi, serta penguatan kerja sama lintas sektor dalam mendukung target eliminasi penyakit menular tersebut.

Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa tantangan eliminasi TBC tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan medis. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, hingga komunitas tingkat desa.

“Penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas sektor dan kemitraan menjadi kunci utama dalam mempercepat pencapaian target eliminasi TBC. Seluruh pemangku kepentingan harus bergerak secara terpadu mulai dari upaya promotif, preventif, penemuan kasus, pengobatan hingga pemberdayaan masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Regulasi tersebut menempatkan peran komunitas, kemitraan, dan kolaborasi multisektor sebagai instrumen penting dalam mempercepat eliminasi TBC.

Dalam konteks daerah, Sulawesi Barat terus mengakselerasi implementasi Garatta TBC sebagai inovasi yang mengintegrasikan peran pemerintah, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta. Model ini mendorong penemuan kasus secara aktif, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mengurangi stigma yang masih menjadi hambatan dalam penanganan TBC.

Menurut Nursyamsi, pendekatan berbasis kolaborasi tersebut menjadi strategi penting karena TBC tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan perilaku masyarakat.

“Melalui inovasi Garatta TBC, kami ingin membangun gerakan bersama seluruh elemen masyarakat sehingga penanggulangan TBC tidak hanya menjadi program kesehatan, tetapi menjadi gerakan sosial yang melibatkan seluruh pihak. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai,” ucapnya.

Selain memperkuat program penanggulangan penyakit, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia kesehatan di Sulawesi Barat. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadirkan layanan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Penguatan kapasitas SDMK melalui pelatihan ini sejalan dengan Panca Daya ketiga Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yaitu membangun Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkarakter. Tenaga kesehatan yang kompeten merupakan modal utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ungkapnya.

Secara akademik, penguatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan program pengendalian TBC. Ketersediaan SDM yang kompeten akan meningkatkan kualitas penemuan kasus, mempercepat penanganan pasien, serta memperkuat upaya pencegahan penularan di masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap seluruh peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada wilayah kerja masing-masing. Dengan demikian, kualitas layanan TBC di puskesmas semakin meningkat, implementasi Garatta TBC semakin efektif, dan target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai secara berkelanjutan.