Pasar Murah Pemprov Sulbar: Empat Ton Beras Ludes Terjual dalam Dua Hari
Mamuju – Warga Mamuju kembali menikmati harga pangan lebih murah hingga 30 persen dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah yang digelar Pemprov Sulbar, Selasa (29/7/2025).
Program ini menjadi upaya serius pemerintah mengendalikan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju, dari tanggal 28 hingga 29 Juli. Selama pasar murah, 4 ton beras yang disiapkan pemerintah habis terjual.
Kadis Ketapang Sulbar Abdul Waris Bestari mengatakan pasar murah dilaksanakan kerjasama dengan bulog dan bank Indonesia. Ini juga menjadi atensi Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam pengendalian inflasi.
“Tentunya harapan pemerintah kita yaitu pak Gubernur SDK dan JSM itu bagaimana pasar murah ini kita dekatkan dengan masyarakat,” kata Waris.
Ia menambahkan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan badan pangan nasional yaitu bagaimana harga-harga pangan ini bisa terkendali.
“Sekarang ini kita bersyukur bahwa pemerintah provinsi memberikan kami anggaran untuk melakukan stabilisasi harga komoditas pangan khususnya beras ini itu ada perbedaan harga dengan di pasar 10 sampai 30 persen,” ungkapnya.
Ia berharap kedepan ketika harga beras ini sudah stabil, tidak bisa lagi diskon 10 sampai 30 persen karena itu akan merusak harga beras yang ada di pasar.
“Alhamdulillah berdasarkan arahan pak gubernur kita masifkan saat ini pasar murah yakni 4 kali dalam seminggu, Senin, Selasa, dan Kamis Jumat. Dan apabila nanti harga komoditas khusunya beras ini sudah stabil kita akan kurangi bisa saja 2 kali dalam satu minggu,” ujarnya.
Selain itu untuk memasifkan gerakan pangan murah ini Distapang Sulbar juga akan menyasar desa-desa pinggir kota Mamuju karena mereka juga masyarakat desa ini tidak terjangkau oleh pasar.
“Kemarin kita siapkan beras sinar madina 2 ton sekarang juga 2 ton, semua habis terjual,” ucap Waris.
Kemudian, ada juga penyaluran beras SPHP dari bulog yaitu bagaimana menstabilisasi harga beras di pasar ini.
“Khususnya untuk beras medium ternyata sudah terjadi penurunan harga yang tadinya seperti sinar madina itu Rp165 ribu, sekarang sudah Rp 128 ribu. Nah kalau lakukan lagi intervensi kita diskon lagi kan lebih turun lagi. Olehnya itu kita harapkan kepada masyarakat bahwa beras SPHP yang dikeluarkan oleh Bulog jangan ditampung dan harga tidak bisa diatas harga HET. Itu beras medium kan sekarang het nya itu kan Rp 12,500,” tuturnya.
Waris menghimbau kepada masyarakat kalau ada RPK atau mitra bulog yang menjual diatas harga HET sampaikan, karena akan dilakukan pembinaan kalau mereka melakukan lebih 2 kali akan disampaìkan ke satgas pangan untuk ditindak lanjuti.
“Sementara untuk bahan pokok lainnya seperti telur itu setiap GPM tidak sampai satu jam sudah habis 100 sampai 150 rak. Ini juga jadi kebutuhan mendasar oleh masyarakat kita,” tandasnya




