Asah Peran Mimbar, Pemkesra Sulbar Latih Imam dan Khatib di Mamuju

waktu baca 2 menit

Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) menggelar pelatihan imam dan khatib tingkat Kabupaten Mamuju tahun 2026.

Program ini menyasar penguatan kualitas dakwah agar lebih relevan, moderat, dan menyejukkan di tengah masyarakat.

Kegiatan menghadirkan para dai, imam masjid, dan khatib se-Kabupaten Mamuju. Pemateri kompeten turut dilibatkan untuk membekali peserta, mulai dari teknik penyusunan khutbah hingga penguatan retorika di atas mimbar.

Pemkesra menilai peran imam dan khatib sangat strategis dalam membina umat. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi langkah penting untuk memastikan pesan keagamaan tersampaikan secara efektif dan mudah dipahami.

Pelatihan juga mendorong penguatan nilai keagamaan yang moderat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga substansi pesan agar selaras dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Hadir sebagai pemateri Ust. Taufik. Kegiatan turut dihadiri Ketua MUI Kabupaten Mamuju, Namru Asdar, dan dipandu Rusli, penyuluh agama Kemenag Kanwil Sulawesi Barat.

Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, menegaskan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran tokoh agama dalam pembangunan sosial.

“Ini juga sejalan dengan program Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia dan nilai keagamaan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap para imam dan khatib mampu menjalankan peran secara lebih profesional serta memberi dampak positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat.