
HUT Bhayangkara di Sulbar: Eksebisi Tembak Jadi Ajang Konsolidasi dan Pesan Strategis
Mamuju – Eksebisi menembak yang melibatkan Forkopimda menjadi sorotan dalam rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Polda Sulawesi Barat, Kamis (23/4). Kegiatan ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, tetapi juga ruang memperkuat sinergi lintas instansi.
Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta membuka langsung kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tembak Makosat Brimob. Sejumlah pejabat penting turut hadir, mulai dari Gubernur Sulbar, Kabinda, Wakapolda, hingga unsur TNI dan lembaga vertikal lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan kegiatan ini mengusung pendekatan berbeda. Selain olahraga, eksebisi menjadi medium mempererat hubungan kerja antarlembaga.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin keakraban sekaligus memberikan kesempatan kepada rekan-rekan Forkopimda untuk mencoba dan merasakan langsung penggunaan senjata. Bagi yang memiliki senjata pribadi, dipersilakan untuk menggunakannya,” tutur Kapolda.
Ia juga menggarisbawahi perubahan pendekatan dalam pembinaan kemampuan menembak di tubuh Polri. Menurutnya, paradigma lama yang berfokus pada aspek teknis semata kini telah bergeser.
“Dulu, pola pembinaan di era 90-an lebih menekankan pada kemampuan teknis menembak semata. Namun saat ini, fokus utama telah bergeser pada penggunaan kekuatan secara terukur (measurable force). Tujuannya adalah untuk melumpuhkan, bukan mematikan,” tegasnya.
Sepanjang kegiatan, panitia membekali peserta dengan pemahaman terkait pengenalan senjata, standar keamanan, hingga mekanisme menembak presisi. Para peserta tampak antusias saat menguji akurasi bidikan demi meraih nilai tertinggi.
Suasana kompetitif namun tetap cair terasa hingga akhir acara. Sesi ramah tamah dan pembekalan teknis untuk tembak reaksi menutup kegiatan, menegaskan semangat kolaborasi dan profesionalisme dalam peringatan HUT Bhayangkara tahun ini.
Judul: Kapolda Sulbar Gaungkan Tembak Terukur, Eksebisi Forkopimda Jadi Simbol Sinergi
MAMUJU — Polda Sulawesi Barat mendorong perubahan paradigma penggunaan senjata api melalui eksebisi menembak Forkopimda dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menegaskan pergeseran fokus Polri, dari sekadar kemampuan teknis menuju penggunaan kekuatan yang terukur dan bertanggung jawab.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta memimpin langsung pembukaan kegiatan di Lapangan Tembak Makosat Brimob. Sejumlah pimpinan daerah hadir, termasuk Gubernur Sulbar, unsur TNI, intelijen, serta pejabat lembaga vertikal.
Kapolda menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan koordinasi antarlembaga. Ia menilai pendekatan nonformal seperti olahraga mampu membangun komunikasi yang lebih efektif.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin keakraban sekaligus memberikan kesempatan kepada rekan-rekan Forkopimda untuk mencoba dan merasakan langsung penggunaan senjata. Bagi yang memiliki senjata pribadi, dipersilakan untuk menggunakannya,” tutur Kapolda.
Lebih jauh, Kapolda menekankan arah baru pembinaan personel Polri dalam penggunaan senjata api. Ia menyebut pendekatan lama sudah tidak relevan dengan tuntutan saat ini.
“Dulu, pola pembinaan di era 90-an lebih menekankan pada kemampuan teknis menembak semata. Namun saat ini, fokus utama telah bergeser pada penggunaan kekuatan secara terukur (measurable force). Tujuannya adalah untuk melumpuhkan, bukan mematikan,” tegasnya.
Panitia menyusun kegiatan secara sistematis, mulai dari pengenalan senjata, prosedur keamanan, hingga simulasi tembak presisi. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat menguji ketepatan bidikan dalam suasana kompetitif.
Eksebisi ini bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini memperlihatkan upaya konkret membangun soliditas Forkopimda sekaligus memperkuat pesan profesionalisme aparat dalam penggunaan kekuatan. Suasana hangat dan komunikatif menutup rangkaian acara melalui sesi ramah tamah dan pembekalan lanjutan.


