Dinas ESDM Sulbar dan Pemkab Pasangkayu Bahas Percepatan Penerima Bantuan Pasang Baru Listrik

waktu baca 2 menit

Pasangkayu – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan kerja Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Pasangkayu, Nuralam, Senin (13/4/2026). Kunjungan ini disambut Sekretaris Dinas ESDM Sulbar, Alexander Aruan Passau di ruang kerjanya.

Pertemuan ini bertujuan menyampaikan usulan calon penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM untuk Tahun Anggaran 2026, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan BPBL tahun 2025 di Kabupaten Pasangkayu.

Sekretaris Dinas ESDM Sulbar, Alexander Aruan Passau, mengapresiasi sinergi yang terus terjalin antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mempercepat akses listrik bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami mengapresiasi inisiatif aktif Pemkab Pasangkayu yang terus mengusulkan calon penerima BPBL. Ini sejalan dengan komitmen kita bersama untuk menuntaskan warga yang belum memiliki sambungan listrik atau KWh meter sendiri,” ujar Alexander.

Alexander memaparkan, sepanjang tahun 2025, Provinsi Sulawesi Barat menerima bantuan BPBL dari Kementerian ESDM sebanyak 4.100 unit sambungan listrik baru untuk rumah tangga kurang mampu.

“Alokasi untuk tahun 2026 diproyeksikan akan lebih besar dibanding tahun lalu. Peningkatan ini tidak lepas dari kerja keras dan konsistensi kita dalam mengusulkan data yang akurat dan tepat sasaran. Setiap tahun, Sulbar menunjukkan tren peningkatan penerima bantuan listrik gratis berkat peran aktif pemprov dan pemkab,” jelasnya.

Alexander juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memiliki program listrik gratis melalui APBD untuk mendukung Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Namun, ia mengakui bahwa volume program daerah tersebut masih terbatas karena keterbatasan anggaran.

“Program listrik gratis dari Pemprov memang volumenya kecil. Oleh karena itu, program BPBL dari pusat yang jumlahnya ribuan unit ini sangat membantu mengejar ketertinggalan daerah dalam mencapai rasio elektrifikasi 100 persen. Saat ini, masih ada sekitar 9 persen rumah tangga di Sulbar yang belum berlistrik PLN,” tegas Alexander.

Sementara itu, Kabag Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Pasangkayu, Nuralam, menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan proses usulan data calon penerima di wilayahnya. Ia berharap sinergi antara provinsi dan kabupaten dapat terus ditingkatkan agar target elektrifikasi segera terwujud.

“Masyarakat Pasangkayu sangat terbantu dengan adanya program BPBL ini. Kami dari pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan Dinas ESDM Sulbar untuk memastikan data usulan kami lengkap dan dapat diproses tepat waktu,” tutup Nuralam.

Mengakhiri pertemuan, kedua pihak sepakat untuk terus melakukan sinkronisasi data serta mempercepat proses administrasi. Dengan demikian, usulan calon penerima BPBL Tahun 2026 dapat segera ditindaklanjuti ke tingkat pusat.