Kemarau Panjang Picu Karhutla di Mamuju, Tim Gabungan Taklukkan Api Setelah Delapan Jam
Mamuju – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Dusun Lambagu, Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis malam (28/5).
Musim kemarau panjang diduga menjadi pemicu utama kebakaran yang menghanguskan sejumlah hektare lahan di wilayah tersebut.
Api pertama kali terdeteksi setelah warga melihat kobaran mulai membesar di area belakang permukiman. Laporan masyarakat langsung memicu respons cepat Tim 2 Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Sulawesi Barat yang bergerak menuju lokasi sekitar pukul 18.00 WITA.
Petugas menghadapi medan berat saat proses pemadaman berlangsung. Titik api utama berada sekitar satu kilometer dari akses kendaraan sehingga personel harus berjalan kaki menembus area perbukitan dan vegetasi kering untuk menjangkau lokasi kebakaran.
Tim Damkar Provinsi Sulawesi Barat kemudian membangun koordinasi dengan pemerintah desa dan unsur gabungan lain guna mempercepat pengendalian api. Operasi pemadaman melibatkan satu unit armada Damkar Provinsi dengan empat personel, satu unit armada Damkar Kabupaten Mamuju dengan lima personel, armada tangki BPBD provinsi dan kabupaten, Balai Darkarhut, aparat pemerintah setempat, hingga masyarakat sekitar.
Kondisi vegetasi yang mengering akibat kemarau mempercepat penyebaran api. Situasi itu memaksa petugas bekerja ekstra untuk melokalisasi titik-titik kebakaran agar tidak merembet ke area yang lebih luas.
Upaya pemadaman akhirnya membuahkan hasil setelah tim gabungan berjibaku selama kurang lebih delapan jam. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah memastikan kondisi aman dan tidak ada bara api tersisa, seluruh personel kembali ke posko masing-masing.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Andi Juandi, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau berlangsung.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulbar untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun. Jika menemukan tanda-tanda kebakaran, segera melaporkan kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.
Peringatan serupa juga datang dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Provinsi Sulawesi Barat, Aksan Amrullah. Ia meminta masyarakat aktif mencegah potensi karhutla di lingkungan masing-masing.
Karhutla yang kembali muncul saat musim kemarau menjadi sinyal serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Selain mengancam ekosistem hutan, kebakaran lahan juga berpotensi memicu kerugian ekonomi, menurunkan kualitas lingkungan, hingga mengganggu kesehatan warga akibat paparan asap.




