Gubernur Apresiasi Presiden Prabowo atas Peningkatan Alokasi BSPS Menjadi 5.250 Unit di Sulbar
Jakarta — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto setelah pemerintah pusat meningkatkan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk Sulawesi Barat menjadi 5.250 unit senilai Rp100,5 miliar.
Alokasi tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 130 unit. Peningkatan alokasi itu menjadi salah satu hasil rapat terbatas yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama sejumlah kepala daerah di Jakarta, Selasa (30/6). Pertemuan tersebut membahas evaluasi sekaligus percepatan pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah.
Menurut Suhardi Duka, tambahan alokasi BSPS memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Sulawesi Barat untuk memperoleh rumah yang lebih layak huni.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmen dan keberpihakan terhadap pembangunan perumahan rakyat. Perubahan dan akselerasi Program Tiga Juta Rumah, khususnya BSPS, memberikan harapan baru bagi ribuan keluarga di Sulawesi Barat untuk memiliki rumah yang lebih layak huni,” ujar Suhardi Duka.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri PKP beserta jajaran yang telah meningkatkan alokasi bantuan perumahan bagi Sulawesi Barat.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah harapan bagi ribuan keluarga. Pemerintah Provinsi akan bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar seluruh program dapat direalisasikan secara tepat sasaran, transparan, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Menteri PKP menegaskan pemerintah terus mempercepat pembangunan rumah layak huni melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah. Kementerian juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan data penerima, lahan, serta dukungan pelaksanaan agar program berjalan sesuai target.
Alokasi 5.250 unit BSPS senilai Rp100,5 miliar akan disalurkan ke enam kabupaten di Sulawesi Barat. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah tersebut meningkat sekitar 3.938 persen atau hampir 40 kali lipat. Selain memperbaiki kualitas hunian masyarakat, program ini diharapkan memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi dan meningkatnya aktivitas pembangunan di daerah.
Rapat terbatas tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Wakil Gubernur Papua Selatan, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan Gubernur Gorontalo. Gubernur Sulawesi Barat hadir bersama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat, serta Direktur Utama Perseroda Sulawesi Barat Malaqbi.





