Kesbangpol Sulbar Gandeng Kampus Perkuat Deteksi Dini Ancaman Radikalisme

waktu baca 2 menit

Majene — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat memperluas langkah pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) dengan menggandeng kalangan perguruan tinggi. Upaya ini mulai menyasar kampus sebagai ruang strategis pembentukan karakter generasi muda.

Kepala Kesbangpol Sulbar, Muh. Darwis Damir, bertemu jajaran STAIN Majene dalam kunjungan kerja yang berlangsung di kampus tersebut, Senin, 20 April 2026. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama STAIN Majene, Abdul Rahman, menerima langsung kunjungan itu.

Darwis menegaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam pelaksanaan Program Kewaspadaan Nasional. Pemerintah daerah kini mulai memfokuskan penguatan deteksi dini pada lingkungan akademik.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas kesiapan STAIN Majene yang tengah berproses menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Majene untuk mendukung agenda sosialisasi kewaspadaan dini terhadap penyebaran IRET.

“Kami berharap peran kampus dan dosen dapat bersinergi dengan pemerintah dalam hal ini,” ujar Darwis.

Ia menilai kampus memegang peran kunci dalam membentuk pola pikir dan karakter mahasiswa. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ideologi masyarakat dari pengaruh paham transnasional.

Abdul Rahman menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan kesiapan kampus untuk terlibat aktif dalam program pencegahan melalui jalur akademik maupun pembinaan mahasiswa.

“Kampus siap berperan aktif, baik melalui kegiatan akademik maupun pembinaan kemahasiswaan,” kata dia.