Kesbangpol Kawal Ketat Seleksi Paskibraka Polman, 107 Siswa Uji Fisik dan Integritas

waktu baca 2 menit

Polman — Sebanyak 107 pelajar mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Polewali Mandar (Polman) 2026.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat menekankan pentingnya proses seleksi yang objektif dan berkualitas untuk melahirkan generasi berintegritas.

Kepala Kesbangpol Sulbar, Muh. Darwis Damir, meninjau langsung pelaksanaan seleksi pada hari kedua, Senin, 20 April 2026. Ia hadir bersama Kepala Bidang Ideologi Kesbangpol Sulbar, Tenri. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kesbangpol Polman, Hj. Asliah Rahim, serta pejabat fungsional Andi Syafri dan Lorent Tombi.

Darwis menyebut kehadirannya sebagai bentuk koordinasi sekaligus dukungan moral bagi panitia dan peserta.

“Hari ini kami hadir memberikan dukungan kepada Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar serta adik-adik calon Paskibraka. Kami berharap seluruh tahapan seleksi berjalan lancar sesuai harapan,” ujar Darwis.

Tahapan seleksi memasuki uji kesamaptaan yang diikuti 55 peserta putra dan 52 putri. Panitia membagi proses seleksi dalam dua gelombang selama dua hari, yakni 20 hingga 21 April 2026.

Darwis juga memberi motivasi kepada peserta agar menjaga kesiapan fisik dan mental selama proses seleksi berlangsung.

“Jaga kesehatan, tetap kompak, terus belajar, dan jangan lupakan ibadah. Saya doakan semuanya bisa lolos menjadi bagian dari pengibar bendera pada HUT RI,” ucapnya.

Ia menegaskan, seleksi Paskibraka menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Sulawesi Barat. Program ini selaras dengan arah kebijakan Gubernur Suhardi Duka melalui konsep Panca Daya yang menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kualitas generasi muda.

“Untuk mewujudkan SDM yang unggul dan berkarakter, dibutuhkan proses seleksi yang transparan, objektif, dan berkualitas. Dari sinilah akan lahir calon-calon Paskibraka yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa nasionalisme,” kata Darwis.

Menurutnya, nilai disiplin, nasionalisme, dan integritas yang tertanam dalam proses seleksi akan menjadi fondasi penting bagi generasi muda untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa.