Pemprov-Pemkab Percepat Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Majene
Majene – Pemprov Sulbar dan Pemkab Majene bergerak cepat menangani kasus dugaan keracunan pangan Menu Bergizi Gratis (MBG) menimpa puluhan anak di Majene.
Kasus ini muncul Senin malam (12/1), sekitar pukul 20.00 WITA, di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sendana II. Data sementara mencatat 50 orang terdampak, tersebar di Desa Tubo, Tubo Tengah, Tubo Selatan, Tubo Poang, Onang Utara, Bonde-bonde, dan Onang.
Korban mengalami gejala seragam, mulai sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, hingga demam. Sebanyak 40 orang menjalani perawatan medis, 38 orang di Puskesmas Sendana II dan 2 orang di Puskesmas Salutambung. Sembilan korban menjalani perawatan di rumah, sementara 1 orang telah pulih.
Dinas Kesehatan P2KB Sulbar bersama Dinas Kesehatan Majene langsung mengaktifkan respons medis dan epidemiologi. Tim kesehatan melakukan penanganan pasien, pelacakan sumber paparan, serta pengambilan sampel makanan dan muntahan untuk pemeriksaan laboratorium.
Petugas juga menyasar edukasi masyarakat dan penyedia MBG. Pemerintah menekankan kepatuhan pada standar operasional pengolahan makanan untuk mencegah risiko serupa terulang.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, memastikan pemerintah menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas mutlak.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memastikan penanganan dilakukan cepat, tepat, dan transparan. Kami berkomitmen mencegah kejadian serupa terulang serta menjamin mutu dan keamanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” tegas dr. Nursyamsi.
Pemerintah masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan sumber keracunan. Temuan ini akan menjadi dasar langkah lanjutan, termasuk evaluasi menyeluruh program MBG agar tetap aman bagi masyarakat.






