Sulbar Raih Penghargaan Rumah, PUPR Tekankan Uji Mutu
Sulbar — Penghargaan Program 3 Juta Rumah yang diterima Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bukan sekadar soal capaian program.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar menilai kualitas konstruksi menjadi ukuran yang tak kalah penting.
Sulbar meraih Terbaik II implementasi Program 3 Juta Rumah pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi, Jumat, 18 September 2026.
Kepala Dinas PUPR Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, mengatakan pembangunan perumahan harus berjalan bersama pengendalian mutu sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan fisik selesai.
Menurut dia, kualitas rumah tidak cukup dinilai dari bentuk bangunan yang terlihat secara kasatmata. Kesiapan lokasi, pelaksanaan konstruksi, pemenuhan standar teknis, pengawasan serta pengujian material ikut menentukan kelayakan bangunan.
“Bagi PUPR, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan pembangunan. Rumah yang dibangun harus memenuhi aspek teknis, aman, layak dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, progres fisik harus berjalan seiring dengan pengendalian mutu, pengawasan dan kepastian bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan,” kata Surya, Sabtu, 19 September 2026.
Surya juga menyoroti kompetensi tenaga kerja sebagai salah satu penentu kualitas konstruksi. Ia menyebut tukang, tenaga kerja konstruksi, pengawas hingga tenaga ahli harus memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai bidang masing-masing.
“Jasa konstruksi harus dikerjakan oleh orang-orang yang kompeten dan bersertifikat, baik tukang atau tenaga kerja konstruksi, pengawas maupun tenaga ahli. Ini penting agar setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Pengendalian mutu, lanjut Surya, juga membutuhkan pengujian laboratorium. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk memastikan material dan hasil pekerjaan memenuhi persyaratan teknis.
“Kualitas harus kita uji melalui laboratorium. Dengan begitu, kita tidak hanya melihat pekerjaan secara visual, tetapi memiliki dasar teknis bahwa material dan hasil konstruksi memenuhi persyaratan. Kualitas harus kita capai bersama agar bangunan dapat bertahan lama, memenuhi umur ekonomisnya dan memberikan manfaat secara maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Penghargaan Kemendagri itu selanjutnya menjadi dorongan bagi PUPR Sulbar untuk memperkuat pengawasan dan koordinasi dalam pembangunan perumahan serta infrastruktur. Bagi dinas tersebut, capaian program tidak berhenti pada jumlah rumah yang terbangun, tetapi juga menyangkut standar, keamanan dan daya tahan bangunan.
Surya menegaskan, aspek kompetensi tenaga konstruksi, pengujian mutu, pengawasan serta kepatuhan terhadap standar teknis harus berjalan beriringan agar pembangunan rumah benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (ADV)




