26 Sekolah Turun ke Jalan Rayakan HUT Sulbar Lewat Lomba Gerak Jalan Pelajar
MAMUJU — Sebanyak 26 sekolah ikut lomba gerak jalan pelajar dalam rangka Hari Jadi ke-22 Sulawesi Barat. Para pelajar SMA dan sederajat itu memadati kawasan Tribun Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Sabtu (19/9/2026).
Peserta terdiri atas 11 SMA, 13 SMK, satu Madrasah Aliyah, dan satu Sekolah Rakyat. Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana membuka langsung lomba tersebut. Ia mengatakan kegiatan itu menjadi ruang bagi pelajar untuk membangun disiplin dan kemampuan bekerja dalam tim.
“Kegiatan hari ini lomba gerak jalan tingkat SMA se Sulawesi Barat cuma karena mengingat waktu jadi yang ikut serta ini hanya SMA atau SMK di sekitaran Mamuju,” kata Junda.
Menurut Junda, gerak jalan bukan sekadar rangkaian perayaan hari jadi. Kekompakan peserta tercermin melalui keseragaman, kerapian barisan, serta kemampuan komandan pasukan mengatur anggota.
“Gerak jalan ini adalah salah satu manifestasi yang mencerminkan kedisiplinan dan bagaimana orang bisa bekerja secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia mengatakan unsur kepemimpinan juga menjadi bagian penting dalam perlombaan. Komandan pasukan harus mampu menjaga ritme dan mengarahkan anggota agar bergerak dalam satu komando.
“Karena dalam penilaian itu kan ada keseragaman, ada kerapian barisan, kemudian yang terpenting di situ ada leadership dari komandan pasukannya itu untuk mengatur,” katanya.
Junda kemudian mengaitkan nilai tersebut dengan pembangunan daerah. Menurut dia, target pembangunan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Artinya apa kita harus kerja sama, kompak kemudian mengikuti perintah arahan pimpinan untuk satu tujuan yang dicita-citakan,” ujarnya.
Selain menghadirkan aktivitas pelajar, kegiatan tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Sejumlah warga memanfaatkan keramaian untuk menjalankan usaha selama kegiatan berlangsung.
“Insya Allah ke depan kita buat lebih meriah lagi, karena ini saya lihat tadi ada pergerakan ekonomi juga yang cukup signifikan,” katanya.
Junda membuka peluang memperluas skala lomba pada perayaan berikutnya. Peserta tidak hanya berasal dari SMA dan sederajat, tetapi juga SMP dan SD.
Skema yang disiapkan yakni setiap kabupaten menyeleksi peserta terbaik sebelum mempertemukannya pada tingkat provinsi.
Dengan skema tersebut, lomba gerak jalan berpotensi berubah dari kegiatan yang terpusat pada sekolah sekitar Mamuju menjadi kompetisi pelajar antardaerah di Sulbar.




