Pemprov Sulbar Gandeng UGM, Fokus Dongkrak SDM
Mamuju – Pemprov Sulbar menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mengakselerasi implementasi misi ketiga Panca Daya: Membangun SDM unggul dan berkarakter.
Kesepakatan antara Pemprov Sulbar dan UGM berlangsung Sabtu malam, (17/1). Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Rektor UGM Prof. Ova Emilia yang meneken MoU tersebut. Kerja sama ini membuka akses pendidikan elite nasional bagi Sulbar.
Suhardi Duka menuturkan, kerja sama ini menjadi momen bersejarah bagi Sulawesi Barat, mengingat UGM merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang telah melahirkan banyak pemimpin dan ilmuwan nasional.
“Ini kunjungan yang membahagiakan bagi Sulawesi Barat. UGM adalah universitas impian jutaan anak bangsa, termasuk saya,” kata Suhardi Duka.
Ia menjelaskan, Sulawesi Barat memiliki potensi besar dengan fondasi utama pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, yang menyumbang sekitar 46 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Meski memiliki potensi pertambangan strategis, Pemprov Sulbar memilih tetap menjadikan pertanian sebagai basis pembangunan dengan mempertimbangkan aspek mitigasi lingkungan.
“Kami memiliki kakao yang menjadi penghasil ketiga nasional dan hampir 90 persen ekspor. Sawit juga kami kelola dengan prinsip keseimbangan antara perkebunan besar dan petani plasma,” jelasnya.
Suhardi Duka menegaskan, tantangan utama Sulawesi Barat saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tenaga akademik dan profesional.
“Oleh karena itu, pembangunan SDM menjadi prioritas utama kami dalam Panca Daya. Kerja sama dengan UGM membuka peluang besar bagi anak-anak Sulbar untuk menempuh pendidikan di universitas terbaik,” katanya.
Kata dia, Pemprov Sulbar untuk komitmen memberikan beasiswa penuh bagi lulusan SMA terbaik yang diterima di UGM, dengan harapan dalam lima tahun ke depan SDM Sulbar semakin kompetitif di kawasan Sulawesi.
Kerja Sama, Dampak Nyata
Sementara itu, Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemprov Sulbar kepada Universitas Gadjah Mada.
“Kolaborasi adalah keniscayaan di masa depan, dan kolaborasi hanya bisa terbangun atas dasar saling percaya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa kerja sama UGM dengan Sulawesi Barat sebenarnya telah berjalan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama beberapa tahun terakhir, yang terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
UGM, lanjut Ova, memiliki komitmen kuat untuk mencerdaskan bangsa di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal. “Kami siap mendukung pengembangan SDM Sulawesi Barat, khususnya di sektor pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tegasnya.
UGM juga membuka peluang program afirmasi dan pre-university bagi daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Mekanisme seleksinya khusus di luar jalur nasional.
“Program afirmasi ini kami rancang untuk memberi kesempatan lebih besar bagi daerah yang membutuhkan. Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk itu,” tutup Ova Emilia. (ADV)



