Fatmawati Salim Terima Lipatan Merah Putih di Kalibata, Penghormatan Negara untuk Salim S. Mengga
Jakarta – Istri almarhum Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, Hj. Fatmawati Salim Mengga, menerima lipatan bendera Merah Putih pada upacara pemakaman militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Minggu (1/2). Prosesi itu menandai penghormatan negara sekaligus penutup rangkaian pemakaman.
Petugas upacara menyerahkan lipatan bendera secara khidmat. Fatmawati menerima bendera itu dengan ekspresi tegar, lalu memeluknya erat di tengah duka keluarga yang pecah.
“Ada sebuah tanggung jawab yang tidak perlu diucapkan dengan kata-kata, namun terikat kuat dalam janji setia. Menerima kain merah putih ini bukan sekadar prosesi, melainkan simbol bahwa napas pengabdian almarhum akan selalu menemukan jalannya untuk tetap hidup,” demikian ungkapan yang menggambarkan makna mendalam dari momen tersebut.
Saudara kandung almarhum, Aladin S. Mengga, menyampaikan belasungkawa sekaligus mewakili keluarga. Ia meminta maaf jika almarhum pernah khilaf semasa hidup.
“Atas nama keluarga, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya jika almarhum pernah memiliki salah, baik yang disengaja maupun tidak. Bila pernah ada kata yang melukai perasaan saudara, kami mohon kiranya dimaafkan,” ujarnya.
Penyerahan lipatan bendera dalam pemakaman militer menjadi bentuk penghormatan tertinggi kepada almarhum atas dedikasi dan pengabdiannya. Bagi keluarga, prosesi itu juga menjadi pengingat bahwa nilai perjuangan almarhum akan terus hidup dan diwariskan.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka memimpin upacara persemayaman almarhum di rumah duka. Ia menyampaikan duka mendalam sambil mengenang sosok Salim S. Mengga.
“Hari ini kami melepas jenazah beliau ke tempat peristirahatan terakhir. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni segala dosa dan melimpahkan pahala atas seluruh jasa serta pengabdian yang telah beliau lakukan sepanjang hidupnya,” ungkap dengan suara bergetar menahan tangis,” ucap Suhardi Duka.






