Blankspot Sulbar Menyusut, KominfoSS Percepat 4G hingga ke Desa Terpencil

waktu baca 2 menit

Mamuju – Area blankspot di Sulawesi Barat terus menyusut seiring koordinasi intensif Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSS) Sulbar dengan pemerintah pusat dan operator seluler.

KominfoSS mendorong pemerataan jaringan 4G hingga wilayah terpencil agar layanan publik dan ekonomi desa ikut bergerak.

KominfoSS Sulbar menjadikan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) RI sebagai dasar pemetaan dan penanganan blankspot serta sinyal lemah. Pendekatan berbasis data ini membuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi lebih terarah dan tepat sasaran.

Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan akses internet yang merata bukan hanya soal komunikasi, tetapi fondasi transformasi digital daerah. Ia menilai konektivitas akan memperkuat layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), hingga aktivitas ekonomi desa.

“Data kementerian menjadi pijakan penting bagi kami untuk memastikan pemerataan akses telekomunikasi hingga ke desa-desa. Dengan langkah yang terukur, pengurangan blankspot dapat terus dipercepat,” ujar Ridwan.

Berdasarkan Dashboard PMT Ditjen Infrastruktur Digital Kemenkomdigi RI per Februari 2026, Sulbar masih mencatat 82 desa atau 12,65 persen wilayah pada kondisi non-coverage. Rinciannya, 57 desa masuk kategori blankspot dan 25 desa berada pada kondisi sinyal lemah.

Sebaran wilayah tersebut berada di Pasangkayu (3 blankspot, 1 lemah), Mamuju (25 blankspot, 7 lemah), Mamasa (14 blankspot, 6 lemah), Polewali Mandar (5 blankspot, 4 lemah), Majene (4 blankspot, 5 lemah), serta Mamuju Tengah (6 blankspot, 2 lemah).

Di sisi infrastruktur, jaringan telekomunikasi Sulbar saat ini ditopang 734 site menara seluler dengan total 3.459 BTS. Dari jumlah itu, 838 BTS berteknologi 2G dan 2.621 BTS berteknologi 4G. Site terbanyak berada di Polewali Mandar sebanyak 268 site, disusul Mamuju 122 site, Majene 110 site, Mamasa 88 site, Mamuju Tengah 83 site, dan Pasangkayu 63 site.

Ridwan menyebut KominfoSS Sulbar terus memperkuat koordinasi dengan Kemenkomdigi, operator seluler, dan pemerintah kabupaten untuk mempercepat pembangunan BTS dan penguatan kualitas sinyal pada wilayah prioritas.

“Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terus kami bangun, termasuk operator telekomunikasi, agar pembangunan BTS dan penguatan sinyal difokuskan pada wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses,” jelasnya.

error: Content is protected !!
Play sound