Dari Mamuju, Gubernur Sulbar Gaungkan Makna Fitri dan Seruan Perdamaian Dunia

waktu baca 2 menit

Mamuju — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka menegaskan Idulfitri 1447 Hijriah bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali ke kesucian sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan harapan perdamaian global.

Pernyataan itu ia sampaikan usai Salat Id di Anjungan Pantai Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sabtu, 21 Maret 2026. Salat Id tersebut dihadiri unsur Forkopimda dan masyarakat.

“Hari ini kita fitri, kita bergembira karena kita telah berjuang selama sebulan penuh dengan melaksanakan puasa Ramadan menahan hawa nafsu,” ujar Suhardi Duka.

Ia menilai Ramadan telah membentuk karakter sosial umat Islam melalui zakat dan sedekah. Menurutnya, praktik itu memperkuat solidaritas sekaligus memperlihatkan optimisme umat.

“Kita juga sudah berzakat, bersedekah dan saya melihat umat Islam lagi cerah-cerahnya,” ungkapnya.

Suhardi tidak hanya menyoroti aspek spiritual dan sosial. Ia juga mengajak masyarakat memperluas makna Idulfitri ke ranah global dengan mendoakan konflik dunia segera berakhir.

“Kita juga berdoa semoga perang di Iran segera berakhir, bagaimanapun juga mereka adalah saudara-saudara kita umat Islam,” pungkas Suhardi Duka.

Ia menekankan, stabilitas global akan berdampak langsung pada kemajuan nasional. Perdamaian dunia, kata dia, menjadi fondasi bagi pertumbuhan dan kesejahteraan Indonesia.

“Dengan demikian dunia damai, Indonesia bisa lebih maju dan sejahtera. Saya kira itu harapan kita semua,” tutupnya.

Momentum Idulfitri tahun ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa nilai spiritual, solidaritas sosial, dan kepedulian global harus berjalan seiring untuk menjaga harmoni, baik di tingkat lokal maupun internasional.

error: Content is protected !!