Gubernur Gandeng DPR RI, Program Pusat Ditarik ke Sulbar Topang Pangan dan Perikanan

waktu baca 2 menit

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat koneksi dengan pusat melalui kolaborasi bersama Anggota DPR RI dapil Sulbar, Zulfikar Sihardi.

Langkah ini diarahkan untuk mengamankan masuknya berbagai program strategis di tengah tekanan efisiensi anggaran nasional.

Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (26/3/2026), dipimpin Gubernur Suhardi Duka dan dihadiri pimpinan OPD yang bermitra dengan Komisi IV DPR RI.

Zulfikar menegaskan koordinasi tersebut menjadi pintu untuk menjaga aliran program pusat tetap masuk ke daerah, meski banyak daerah menghadapi pengetatan anggaran.

“Hari ini saya berkoordinasi dengan OPD Pemprov Sulbar yang bermitra dengan DPR RI komisi IV,” kata Zulfikar.

Ia menilai sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar program prioritas tidak tersendat.

“Karena kita tahu seluruh daerah di Indonesia mengalami efesiensi, akibatnya ada beberapa program terkendala. Ini yang saya coba ambil apa kira-kira bisa saya koordinasikan ke pusat,” ungkapnya.

Sejumlah program dipastikan mengalir ke Sulbar tahun ini, terutama untuk sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih padi dan jagung, hingga benih udang dan ikan masuk dalam daftar.

“InshaAllah tahun ini saya bawa ke Sulbar, ada juga bibit kelapa dan kalau soal ketahanan pangan saat ini cukup stabil, saya tinjau di Bulog beberapa komoditi seperti beras, minyak goreng hingga jagung stoknya cukup,” bebernya.

Respons positif datang dari OPD teknis. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar, Safaruddin Sanusi, menyatakan kesiapan mengeksekusi program yang telah disinergikan.

“Tadi sudah ada gambaran program tahun 2026 seperti pembuatan proposal revitalisasi tambak, kedua pembagian kapal katinting, dan ketiga tambak ikan. Termasuk direncanakan dibangun pabrik es,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Suyuti Marzuki. Ia menilai koordinasi lintas lembaga memperkuat posisi daerah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Ini mengkoordinasikan semua program kegiatan bersama dengan DPR RI. Seperti ketahanan pangan kita masih stabil, stoknya di bulog masih cukup sampai satu tahun kedepan,” paparnya.

Meski stok relatif aman, ia mengingatkan potensi tekanan pada komoditas tertentu, terutama telur, seiring meningkatnya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kebutuhannya sangat tinggi, saya kira ini menjadi perhatian bersama dan membangun kerjasama, apalagi Perseroda juga bergerak untuk membantu dibawah kepemimpinan Hajrul Malik,” tandasnya.

error: Content is protected !!