Tak Sekadar Bagi Bantuan, SDK Buka Jalur Ekonomi Baru Lewat Peternakan

waktu baca 4 menit

Majene — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengarahkan bantuan ternak bukan sekadar sebagai program pembagian bibit.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka ingin kambing dan ayam petelur menjadi pengungkit ekonomi. Upaya itu sekaligus bagian dari rantai pasok pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suhardi Duka menyerahkan bantuan kambing dan ayam petelur kepada kelompok tani-ternak Kabupaten Majene, Selasa, 25 Agustus 2026.

Kata dia, pemerintah harus memilih prioritas karena kemampuan fiskal Sulbar masih terbatas. Kebutuhan pembangunan mencakup infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga penguatan pendapatan masyarakat.

“kita ingin membangun daerah ini dengan harapan kita yang sangat tinggi. Kita ingin menyelesaikan infrastruktur, masih banyak jalan kita yang belum baik. Kita ingin perbaiki semua sekolah supaya masa depan anak-anak kita terjamin. Kita juga ingin melayani kesehatan masyarakat dengan baik. Termasuk sumber-sumber pendapatan masyarakat kita ingin berbaiki,” kata Suhardi Duka.

Kondisi fiskal itu membuat Pemprov Sulbar harus membagi anggaran secara ketat. Namun, Suhardi menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pemerintah provinsi lepas tangan terhadap kebutuhan kabupaten.

Majene, kata dia, mendapat tambahan anggaran sekitar Rp200 miliar. Anggaran itu antara lain membantu pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), dan kebutuhan lain.

“Dengan demikian, persoalan pegawai di Kabupaten Majene selesai. Bahkan seluruh Provinsi Sulbar selesai persoalan pegawai. Kami juga sudah tambahkan untuk PPPK 4 bulan dan sedikit juga yang lainnya,” ujarnya.

Suhardi juga menegaskan layanan kesehatan harus tetap berjalan meski kemampuan anggaran kabupaten berbeda-beda. Pemprov, kata dia, akan menopang daerah yang memiliki kemampuan fiskal lebih rendah.

“Alokasi anggaran, kalau tidak cukup sebagian dibantu oleh provinsi. Jadi kita saling menopang. Ada kabupaten yang kurang mampu, kita topang. Itulah kehadiran provinsi,” ungkap Suhardi Duka.

Bidik Peternak Kambing

Sektor peternakan menjadi salah satu ruang yang ingin Suhardi kembangkan. Ia melihat Majene dan Polewali Mandar memiliki basis peternak kambing yang kuat.

Menurut dia, kemampuan peternak harus mendapat dukungan bibit berkualitas agar produktivitas ternak meningkat.

“Tahun lalu, kita alokasi anggaran kambing cukup besar. Karena memang kita ingin melihat bahwa di Mandar ini, utamanya Polman dengan Majene, peternak-peternak kambingnya itu ahli-ahli semua, pintar-pintar semua. Jadi kalau dikasih kambing yang bagus, tampak bagus hasilnya,” pungkasnya.

Suhardi membawa pengalaman saat masih menjabat anggota DPR RI. Ia pernah menyalurkan bantuan kambing kepada masyarakat. Namun, kualitas ternak saat itu belum sesuai harapan.

Kini, ia mengaku ikut menentukan bibit ternak yang pemerintah salurkan.

“Tapi sekarang ini saya gubernur, saya yang pilih bibitnya. Jadi kambing-kambingnya agak bagus,” beber Suhardi Duka.

Jumlah bantuan tahun ini memang menurun akibat keterbatasan anggaran. Namun, Suhardi menjanjikan penguatan program pada tahun depan.

Ia menargetkan jumlah kelompok penerima bantuan kambing di Majene mencapai 30 kelompok.

“Tahun depan, kasih 30 untuk kabupaten Majene. Kita tambah 30, jadi 30 kelompok untuk kabupaten Majene tahun depan. Semoga rezeki ada,” tegasnya.

Suhardi juga meminta kelompok yang belum menerima bantuan tahun ini tidak kecewa. Ia menyebut keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus membagi program sesuai kemampuan fiskal.

“Jadi yang tidak dapat tahun ini, tidak usah kecewa, apalagi marah-marah, tidak usah. Karena memang membagi yang tidak cukup itu susah. Tapi rupanya yang tidak dapat tahun ini tidak ada yang marah. Karena dia tahu bahwa memang anggarannya provinsi dan kabupaten itu kecil. Jadi tidak ada yang marah,” kata Suhardi Duka dengan senyum lebar.

Ayam Masuk Rantai MBG

Selain kambing, Suhardi melihat ayam petelur dan ayam pedaging punya pasar strategis. Program MBG menjadi salah satu peluang yang ingin pemerintah manfaatkan.

Hasil peternakan lokal, menurut dia, bisa masuk ke rantai pasok pangan sekolah. Skema itu sekaligus membuka pasar bagi peternak.

“Ayam petelur, ayam pedaging, itu semua bisa masuk di MBG. Kita topang MBG sehingga anak-anak kita bisa makan di sekolah. Sebagaimana program pak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Suhardi mengatakan Pemprov Sulbar juga mengalokasikan anggaran cukup besar untuk Majene, termasuk pembangunan infrastruktur dan sejumlah ruas jalan.

Ia meminta masyarakat melihat dukungan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi dan pelayanan publik.

“Saya kira ini semua patut kita syukuri. Dan orang yang bersyukur, insyaallah akan ditambah rezekinya oleh Allah SWT. Amin,” tutup Suhardi Duka.

Putar suara