Sisa Bara Jadi Petaka, Dua Rumah di Kenje, Polman Terbakar

waktu baca 3 menit

Polman — Sisa pembakaran ranting diduga menjadi pemicu kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin malam (17/8)

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.30 WITA. Saat itu, seorang warga melihat kobaran api dari arah belakang rumah Muhammad Fajar, 36 tahun, warga Dusun Lapeo Kenje. Api cepat membesar. Angin kencang mendorong kobaran menuju bangunan rumah.

Rumah Fajar akhirnya ludes. Sejumlah barang ikut terbakar. Antara lain sepeda motor Honda Supra, sprayer, dua kursi kayu ukir, televisi Toshiba, delapan lemari kayu, berkas dan dokumen, serta uang tunai sekitar Rp5 juta. Kerugian rumah Fajar mencapai sekitar Rp100 juta.

Api juga merusak rumah Nurlina, 52 tahun, yang berada sekitar lokasi. Kerusakan meliputi plafon WC, plafon gudang atau kamar, serta kosen jendela.

Kerugian rumah Nurlina mencapai sekitar Rp3 juta. Total kerugian materiel mencapai sekitar Rp103 juta.

Api Diduga Berawal dari Ranting

Polisi menduga sumber api berasal dari sisa pembakaran ranting antara rumah dan kandang kambing.

Sekitar pukul 18.00 WITA, Fajar bersama iparnya, Nasrullah, membakar sisa ranting yang sebelumnya digunakan sebagai bahan makanan atau pakan kambing.

Sekitar pukul 19.30 WITA, Fajar mengaku telah menyiram sisa pembakaran. Ia lalu meninggalkan lokasi bersama Nasrullah menuju Desa Suruang untuk berkunjung ke rumah mertuanya. Sekitar dua jam kemudian, api terlihat dari belakang rumah.

Seorang saksi yang berada sekitar 15 meter dari lokasi langsung mendekat. Ia melihat api berasal dari area belakang rumah atau dapur.

Saksi mencoba masuk untuk memberikan pertolongan. Namun, pintu rumah terkunci. Warga kemudian berusaha memadamkan api sekaligus menahan rambatan menuju bangunan lain.

Fajar baru mengetahui rumahnya terbakar sekitar pukul 22.00 WITA. Ia mendapat informasi melalui Facebook dan langsung menuju lokasi.

Enam Mobil Damkar Dikerahkan

Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 22.00 WITA dengan satu mobil Damkar Kecamatan Campalagian.

Angin kencang membuat pemadaman tidak mudah. Empat mobil tambahan kemudian tiba sekitar pukul 22.30 WITA.

Secara keseluruhan, enam kendaraan pemadam terlibat dalam penanganan kebakaran. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.10 WITA.

Kebakaran juga berdampak pada kandang kambing milik Fajar. Sebanyak 10 ekor kambing berada sekitar lokasi. Satu ekor masih belum ditemukan.

Kapolsek Campalagian IPTU H. Arifuddin bersama personel mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat sekitar pukul 21.45 WITA.

Ia datang bersama Ps. Kanit Intel Polsek Campalagian AIPTU Sirajuddin, Ps. Kanit Reskrim Polsek Campalagian AIPDA Sapriadi, personel piket dan Bhabinkamtibmas. Polisi kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam.

Personel Identifikasi Satreskrim Polres Polewali Mandar memasang police line pada lokasi kebakaran.

Langkah itu penting untuk menjaga lokasi agar tidak berubah sebelum pemeriksaan selesai.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada sisa pembakaran ranting yang berada sekitar dua meter dari kandang dan rumah.

Putar suara