Ilalang Kering Bikin Api Mengganas di Polman, 20 Hektare Lahan Terbakar
Polman — Api membakar sekitar 20 hektare lahan pada kawasan Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat (21/8).
Kebakaran bermula dari kawasan bukit lahan kosong Dusun Kapejang sekitar pukul 14.00 WITA. Api kemudian merambat menuju Dusun Lendang hingga mencapai sejumlah lahan perkebunan warga.
Kondisi vegetasi kering membuat api cepat menjalar. Bambu dan ilalang mendominasi kawasan yang terbakar.
Warga melaporkan kebakaran sekitar pukul 15.10 WITA. Personel gabungan Polres Polewali Mandar dan Polsek Binuang langsung bergerak menuju lokasi.
Pamapta III SPKT Polres Polman, IPDA Abd. Salam memimpin personel bersama Kanit Binmas Polsek Binuang AIPTU Hariyanto, dan Kanit Reskrim Polsek Binuang AIPTU Aras.
Polisi bersama warga memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Mereka berhasil mengendalikan kobaran sekitar pukul 18.00 WITA.
“Setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya kebakaran lahan di wilayah Pulau Battoa, personel gabungan Polres Polman dan Polsek Binuang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pemadaman bersama warga. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WITA,” ujar IPDA Abd. Salam.
Namun, pemadaman belum sepenuhnya mengakhiri ancaman. Petugas masih menemukan bara api pada sejumlah titik.
“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemantauan karena masih terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala,” tambahnya.
Kebakaran melanda lahan milik Galung (72), Fasya (65), Umar (65), serta lahan milik almarhum Syamsuddin, almarhum Sida, dan almarhum Hambali.
Polisi belum memastikan penyebab kebakaran. Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi, mengatakan penyelidikan masih berlangsung.
“Penyebab kebakaran lahan di Pulau Battoa hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Dari hasil pengumpulan bahan keterangan di lapangan, api diduga bermula dari kawasan bukit lahan kosong di Dusun Kapejang, kemudian merambat ke Dusun Lendang hingga memasuki lahan perkebunan milik warga,” jelas AKP Budi Adi.
Keterangan warga menyebut kebakaran serupa kerap muncul setiap musim kemarau. Warga menduga lahan yang kering serta gesekan batu dari kawasan perbukitan dapat memicu percikan api yang menyambar ilalang.
Polisi belum menerima dugaan itu sebagai kesimpulan. Penyebab pasti masih membutuhkan pendalaman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di tengah kondisi musim kemarau. Warga yang berada di sekitar lokasi juga diminta tetap melakukan pemantauan dan segera melaporkan apabila kembali ditemukan titik api untuk mencegah kebakaran meluas,” ujar Kasat Reskrim.
Masyarakat masih bersiaga hingga malam untuk mengantisipasi bara kembali menjadi api. Vegetasi yang kering membuat kawasan tersebut tetap rawan terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Polisi masih mendata kerugian material akibat kebakaran lahan perkebunan warga.



