Dinkes Sulbar Mantapkan Reformasi Birokrasi Menuju Layanan Sehat Tanpa Sekat

waktu baca 2 menit

Mamuju – Transformasi birokrasi tidak cukup hanya dengan struktur, tetapi juga dengan kultur.

Semangat inilah yang tengah diperkuat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Reformasi Birokrasi (RB), dan pembangunan Zona Integritas (ZI).

Sebagai bagian dari upaya percepatan menuju birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdampak nyata, Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Asran Masdy, mengikuti Asistensi dan Koordinasi Implementasi SAKIP-RB-ZI yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB secara daring pada Selasa, 8 Juli 2025.

Dalam kegiatan itu, dr. Asran hadir bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Sulbar, Mahdiana, dan Tim SAKIP-RB dinas, mendengarkan pemaparan langsung dari narasumber pusat, termasuk Akbar F., yang menekankan pentingnya birokrasi berkinerja tinggi dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

“Implementasi SAKIP, RB, dan Zona Integritas bukan hanya urusan administratif. Ini adalah pondasi kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan,” tegas dr. Asran.

Ia menyatakan, perubahan harus dimulai dari pola pikir dan budaya kerja. Dinas Kesehatan Sulbar berkomitmen membangun sistem kerja yang transparan, berorientasi pada hasil, dan terhubung langsung dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Reformasi birokrasi bukan jargon. Harus ada dampak yang terasa, misalnya puskesmas yang cepat melayani, akurat menangani, dan bebas pungli. Masyarakat tak butuh janji, mereka butuh bukti,” lanjutnya.

Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga (SDK–JSM) yang terus mendorong setiap perangkat daerah untuk membangun birokrasi yang berkarakter, humanis, dan akuntabel.

Dengan memperkuat Zona Integritas dan penerapan SAKIP secara menyeluruh, Dinas Kesehatan Sulbar berharap dapat mempersempit ruang praktik-praktik tidak etis dalam pelayanan, serta menghadirkan wajah baru birokrasi yang lebih bersih, efisien, dan berpihak pada rakyat.

“Kami sedang menata ulang arah pelayanan kesehatan, bukan hanya dari sisi medis, tapi dari sistem yang menopangnya. Dan itu harus dimulai dari integritas,” tutup Asran.

error: Content is protected !!