Sinergi Pariwisata Se-Sulawesi, Sulbar Dorong Pengembangan Wisata Lintas Provinsi dan Promosi Bersama

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Bau Akram Dai saat menghadiri penandatangan MoU dan perjanjian kerja sama lintas provinsi di Jakarta.

Jakarta – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat ikut mengambil peran penting dalam mendorong kemajuan pariwisata regional di Pulau Sulawesi.

Keikutsertaan Sulbar tampak dalam keterlibatannya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama dengan lima provinsi se-Sulawesi, di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu, 10 Agustus, kemarin.

MoU berfokus pada penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan publik. Sementara perjanjian kerja sama lintas provinsi adalah kesepakatan bersama untuk berkolaborasi mengembangkan pariwisata terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan se-Sulawesi.

Mewakili gubernur, Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Bau Akram Dai yang hadir dan menandatangani dua dokumen tersebut. Kata dia,

kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya oleh Badan Kerja Sama Pemerintah Regional Sulawesi (BKPRS).

“Gubernur Suhardi Duka sejak awal berkomitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata. Beliau mendorong kami untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak agar sektor ini berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bau Akram.

Dia mengungkapkan, kepariwisataan yang terintegrasi antarprovinsi itu akan didorong pada peningkatan aksesibilitas melalui pengembangan rute lintas pulau. Dilakukan pula peningkatan investasi melalui pembentukan forum bisnis investasi pariwisata Sulawesi.

“Demikian pula dalam hal promosi, akan ada brand bersama sebagai identitas pariwisata regional, juga kesepakatan penyelenggaraan joint event semacam Kemilau Sulawesi hingga event sport tourism,” bebernya.

Bau Akram menilai, sektor pariwisata Sulbar cukup potensial untuk berkembang pesat melalui kesepakatan kerja sama itu. Potensinya beragam dan memiliki keunikan yang khas, baik keindahan alam maupun keragaman adat, seni, dan budaya.

“Terlebih dengan posisi geografisnya yang berada pada jalur lintas provinsi di Pulau Sulawesi,” tandas Bau Akram.

error: Content is protected !!