Banyak Kepala OPD Absen dalam Apel Virtual, Sekda Sulbar Perintahkan Sidak Disiplin ASN
Sulbar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menyoroti rendahnya kehadiran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dalam apel virtual, Senin (6/7). Bahkan, beberapa OPD tidak mengikuti apel atau hadir tanpa kepala dinas.
Memimpin apel mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK), Junda menegaskan bahwa apel virtual pada Senin pertama setiap bulan merupakan agenda rutin yang telah menjadi kesepakatan bersama sehingga tidak seharusnya lagi diabaikan.
Untuk memperkuat disiplin aparatur, Junda memerintahkan para asisten dan staf ahli melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh OPD. Pemeriksaan akan berlangsung tanpa jadwal tetap, baik pada pagi maupun siang hari, guna memastikan kepatuhan terhadap jam kerja.
Menurut Junda, disiplin aparatur merupakan fondasi utama bagi efektivitas birokrasi. Ia menilai pimpinan tidak semestinya terus menghabiskan waktu mengingatkan persoalan mendasar seperti kehadiran dan kepatuhan terhadap aturan.
“Kalau pimpinan terus-menerus bicara soal absensi, kedisiplinan, dan seragam, tidak pernah sampai ke substansi tugas. Habis energi. Itu tidak boleh,” tegasnya.
Selain menyoroti kedisiplinan ASN, Junda mengingatkan seluruh perangkat daerah agar fokus mengejar target pembangunan Sulawesi Barat menuju 2030. Sejumlah indikator utama masih membutuhkan percepatan, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8 persen dari posisi saat ini sekitar 5,3 persen.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 5–6 persen dari kondisi saat ini sekitar 10,1 persen. Sementara itu, prevalensi stunting ditargetkan turun menjadi 20 persen dari sekitar 35 persen, serta sekitar 30 ribu anak yang belum mengenyam pendidikan harus memperoleh akses sekolah.
“Siapa yang memikirkan? Siapa yang melaksanakan? Kita semua,” ujarnya.
Junda menegaskan bahwa seluruh aparatur sipil negara merupakan penggerak utama birokrasi dalam mewujudkan program pembangunan pemerintah daerah.
“Kalau mesinnya kurang bagus, maka tugasnya tidak berjalan bagus. Kalau tugasnya tidak berjalan bagus, maka tujuannya tidak tercapai.”
Ia juga mengingatkan seluruh kepala OPD agar mengoptimalkan pelaksanaan program karena tahun anggaran telah memasuki paruh kedua. Menurutnya, setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tolong teman-teman OPD, manfaatkan dana yang sedikit itu untuk bisa dilaksanakan programnya dengan cara yang sebaik-baiknya. Uang yang sedikit itu harus bisa dirasakan oleh masyarakat kita,” pungkasnya.




