Dari Pencari Kerja Menjadi Pembawa Harapan, Kisah Kristin Dampingi Perempuan Bangkit dari Keterbatasan

waktu baca 3 menit

Mamasa — Di tengah tantangan lapangan kerja yang semakin kompetitif bagi lulusan perguruan tinggi, sebagian anak muda tidak hanya mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga berupaya menghadirkan dampak sosial bagi lingkungan sekitar.

Kisah itu tergambar dari perjalanan Kristin Alpenni, Account Officer (AO) PNM Mekaar Mamasa, yang kini berada di garis depan pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha.

Lulusan perguruan tinggi di Makassar pada 2023 tersebut sempat menghadapi ketidakpastian setelah menyelesaikan pendidikan. Keterbatasan peluang kerja dan tuntutan ekonomi keluarga membuatnya harus segera memperoleh penghasilan untuk membantu orang tua membiayai pendidikan dua adiknya.

Kesempatan itu hadir pada awal 2024 saat Kristin bergabung dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Sejak saat itu, pekerjaannya tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga ruang untuk berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat lapisan bawah.

Sebagai Account Officer, Kristin mendampingi kelompok perempuan pelaku usaha ultra mikro yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akses permodalan, literasi keuangan, dan pengembangan usaha. Peran tersebut menempatkannya sebagai penghubung antara layanan keuangan dan kebutuhan riil masyarakat.

Dalam praktiknya, pemberdayaan ekonomi tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. Pendampingan yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar usaha mikro mampu bertahan dan berkembang. Melalui pertemuan kelompok mingguan, Kristin menyaksikan secara langsung proses perubahan yang dialami para nasabah.

Ia melihat banyak perempuan yang sebelumnya menjalankan usaha dalam skala sangat kecil mulai meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki pengelolaan keuangan, dan memperluas sumber pendapatan keluarga. Perubahan tersebut menjadi pengalaman yang memperkuat makna pekerjaannya sebagai bagian dari proses pemberdayaan masyarakat.

“Ketika menerima gaji pertama, saya langsung memberikannya kepada orang tua untuk membantu biaya sekolah adik-adik saya. Rasanya sangat bersyukur karena akhirnya saya bisa membantu meringankan beban keluarga. Namun yang membuat saya semakin bangga bekerja di PNM adalah ketika melihat langsung perubahan yang terjadi pada para nasabah. Saya melihat ibu-ibu yang awalnya kesulitan mengembangkan usaha kini bisa meningkatkan pendapatan dan membantu keluarganya. Di situlah saya merasa pekerjaan ini bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjadi jalan untuk menebar manfaat bagi orang lain,” ujar Kristin.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi memiliki dampak ganda. Selain memperluas akses keuangan bagi kelompok rentan, program juga menciptakan peluang kerja bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam konteks pembangunan inklusif, kehadiran pendamping lapangan seperti Account Officer menjadi elemen penting. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang membantu masyarakat membangun kepercayaan diri, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Melalui semangat “Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan”, PNM menempatkan para Account Officer sebagai ujung tombak pemberdayaan perempuan prasejahtera. Kehadiran mereka menjadi jembatan yang menghubungkan akses permodalan, pendampingan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perjalanan Kristin menjadi gambaran bahwa kesempatan kerja yang diberikan kepada generasi muda dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga penerima kesempatan tersebut, tetapi juga menjangkau perempuan-perempuan yang tengah berjuang memperkuat ekonomi rumah tangga.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat, kisah Kristin menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana. Dari seorang lulusan yang pernah kesulitan mencari pekerjaan, ia kini menjadi bagian dari upaya menghadirkan harapan dan membuka jalan kemandirian bagi banyak perempuan prasejahtera di Mamasa.