Perkuat Satu Data Indonesia, Kominfo Sulbar Benahi Fondasi Kebijakan Berbasis Data

waktu baca 2 menit

Sulbar – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo SS) Sulawesi Barat mempercepat pembenahan data sektoral guna memperkuat implementasi Satu Data Indonesia.

Langkah ini diarahkan untuk mendorong kebijakan publik yang lebih akurat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dorongan tersebut menguat dalam rapat internal yang dipimpin Kepala Kominfo SS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, bersama seluruh bidang, Selasa (21/4/2026) di Mamuju. Forum ini menjadi titik konsolidasi untuk merapikan tata kelola data lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Ridwan menekankan, data sektoral tidak lagi sekadar pelengkap administrasi. Ia memposisikannya sebagai fondasi utama transformasi pemerintahan berbasis digital. Standar data yang seragam, menurutnya, menjadi syarat agar setiap informasi dapat terhubung dan dimanfaatkan secara optimal.

Pemprov Sulbar kini menuntut setiap OPD menjaga kualitas data secara menyeluruh. Aspek akurasi, validitas, hingga kemudahan integrasi antar sistem menjadi perhatian utama. Upaya ini sejalan dengan prinsip Satu Data Indonesia yang menekankan sinkronisasi dan keterpaduan lintas sektor.

Perbaikan sistem data juga membuka ruang bagi pengambilan kebijakan yang lebih presisi. Pemerintah menargetkan respons yang lebih cepat terhadap persoalan publik melalui dukungan data yang terkelola baik dan mudah diakses.

“Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Sulbar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan transparan. Kualitas data akan sangat menentukan kualitas layanan publik yang diberikan,” ucap Ridwan.

Penguatan data sektoral menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah yang diusung Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, melalui program Pancadaya. Pemerintah tidak hanya mengejar digitalisasi, tetapi juga memastikan setiap kebijakan bertumpu pada data yang relevan dan kebutuhan riil masyarakat.